Hasyim bahkan menilai pasangan tersebut bakal sulit dikalahkan jika benar-benar kembali maju bersama. Namun, ia juga menyebut ada satu kombinasi politik yang menurutnya berpeluang menjadi penantang serius.
“Kalau saya sih yakin Prabowo-Gibran bakal tetap maju bareng 2029 dan akan sulit terkalahkan,” tulis Hasyim di akun X, dikutip Jumat (4/9/2026).
Menurut Hasyim, kekuatan untuk menandingi Prabowo-Gibran setidaknya bisa muncul apabila Anies dan PDIP memilih untuk bersatu. Ia bahkan menilai pertarungan tersebut akan semakin kuat apabila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi sosok yang mewakili PDIP.
“Hanya satu yang mungkin bisa mengalahkan mereka. Atau setidaknya mengimbangi: persatuan Anies dan PDIP,” katanya.
“Dan akan lebih kuat kalau Ahok yang mewakili PDIP,” lanjut dia.
“Ngeyel bisa ngalahin Prabowo tapi nggak mau bersatu. Rasain aja ego kalian sendiri,” pungkasnya.
Pernyataan itu disampaikan Hasyim saat merespons prediksi mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengenai peluang Prabowo kembali maju sekaligus memenangkan Pilpres 2029.
Sebelumnya, Mahfud bahkan memprediksi Prabowo memiliki peluang besar untuk kembali menang apabila memutuskan maju dalam kontestasi lima tahunan tersebut.
“70 persen yakin Pak Prabowo akan mencalonkan diri lagi. Dan kalau dia mencalonkan diri lagi, peluangnya untuk menang besar,” kata Mahfud.
Mahfud menilai konfigurasi politik saat ini juga cenderung menguntungkan Prabowo. Sampai sekarang, menurutnya, belum terlihat tokoh lain yang memiliki kekuatan sebanding untuk menghadapi presiden petahana dalam kontestasi 2029.
Kondisi tersebut sekaligus membuat sosok calon wakil presiden yang nantinya mendampingi Prabowo dinilai bukan menjadi faktor utama penentu kemenangan. Selama basis kekuatan politik petahana tetap terjaga, siapa pun figur yang dipilih sebagai pendamping disebut tidak terlalu menentukan peluang Prabowo.





