KUPANG,REDAKSI17.COM — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendorong hilirisasi garam melalui program “Garam Kupang Emas” mendapat dukungan dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesak Mbura, dari Partai Perindo menilai langkah tersebut sebagai upaya strategis untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian produksi garam nasional.
Menurut Mesak, Kabupaten Kupang memiliki potensi besar dalam produksi garam yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran industri garam lokal dinilai dapat menopang kebutuhan daerah hingga nasional, serta mengurangi ketergantungan pada impor.
“Selain pencapaian di sektor swasembada beras, upaya Pemkab Kupang untuk mencapai swasembada garam merupakan langkah besar yang patut didukung. Potensi daerah kita sangat menjanjikan,” ujar Mesak, Selasa (28/7/2026).
Meski demikian, dukungan tersebut disertai catatan terkait dampak lingkungan yang perlu diantisipasi sejak awal. Mesak menekankan, pengembangan industri garam tidak boleh mengabaikan aspek kesehatan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan produksi.
Hal ini disampaikan setelah dia menyerap aspirasi warga Dusun 1, Desa Oebelo, dalam kegiatan reses. Warga yang tinggal di sekitar area pabrik garam mengeluhkan adanya polusi udara serta potensi limbah produksi yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menindaklanjuti hal tersebut, Mesak mendorong Pemerintah Kabupaten Kupang melalui dinas teknis terkait untuk segera melakukan verifikasi di lapangan dan mengambil langkah penanganan yang tepat.
Dia menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan limbah industri agar tidak mencemari lingkungan permukiman, serta pengendalian polusi udara yang ditimbulkan dari proses produksi. Selain itu, dia mengingatkan agar pembangunan industri tetap berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Hilirisasi dan swasembada adalah tujuan yang penting bagi penguatan ekonomi daerah. Namun, keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Mesak.




