Beranda / Daerah / Humas Pemda DIY Sapu Bersih 4 Penghargaan Pada GSM Award 2026

Humas Pemda DIY Sapu Bersih 4 Penghargaan Pada GSM Award 2026

Jakarta,REDAKSI17.COM– Humas Pemda DIY mendominasi Government Social Media (GSM) Award 2026 dengan menyapu bersih seluruh kategori penghargaan tingkat Pemerintah Provinsi. Melalui akun media sosial resmi Pemda DIY (@humasjogja), Humas Pemda DIY berhasil meraih penghargaan Best Account, Most Engaging, Best Use of Video, dan Best Use of Image, melanjutkan tren positif setelah pada tahun sebelumnya berhasil memenangkan 3 kategori.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Koordinator Kehumasan Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, dalam GSM Award 2026 di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (09/06) sore. Dalam ajang yang diprakarsai oleh AWRAGO dan NoLimit Indonesia tersebut, Humas Pemda DIY berhasil masuk dalam seluruh nominasi tingkat pemerintah provinsi, yakni Best Account, Most Engaging, Best Use of Image, dan Best Use of Video.

Menanggapi pencapaian tersebut, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengapresiasi kerja keras, komitmen, dan sinergi dari seluruh OPD yang telah berkontribusi dalam pengelolaan media sosial Pemda DIY. “Puji syukur ya, karena kerja keras semuanya baik dari sisi kepala daerahnya yang memberi support yang sangat luar biasa, teman-teman OPD dari kontribusinya sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing, kita bisa memperoleh apresiasi terkait dengan kinerja kita,” tutur Ni Made.

Menurut Ni Made, pencapaian ini harus menjadi motivasi bagi segenap OPD untuk terus berinovasi, meningkatkan kinerja, serta mendorong lahirnya berbagai terobosan yang dapat membawa DIY ke arah yang lebih maju dan berkembang. Seiring dengan berbagai tantangan yang terus berkembang, inovasi dan kreativitas menjadi kunci utama untuk dapat menjaga sekaligus meningkatkan capaian positif yang telah diraih Pemda DIY.

“Terkait dengan prestasi yang kita peroleh, ini bukan menjadi suatu hal yang kemudian membuat kita berhenti karena sudah mendapatkan apresiasi. Ini justru menjadi tantangan besar bagi kita, karena mempertahankan lebih susah daripada mencapainya,” ungkap Ni Made.

Senada, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho mengungkapkan, penghargaan yang diraih Humas Pemda DIY tidak terlepas dari kontribusi seluruh OPD di lingkungan Pemda DIY serta dukungan masyarakat. Oleh karena itu, Hari mempersembahkan penghargaan tersebut kepada masyarakat DIY, sekaligus menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik dan pelayanan informasi bagi masyarakat.

“Sehingga saya kira penghargaan ini kita persembahkan untuk seluruh masyarakat Yogyakarta. Dan tentu saja menjadi motivasi bagi kita semua, khususnya tim kehumasan dan komunikasi Pemda DIY untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi ke masyarakat,” jelas Hari.

Hari menambahkan, bagi Pemda DIY, kini media sosial bukan sekedar sarana pelengkap dalam penyebarluasan informasi, melainkan telah menjadi salah satu kanal utama komunikasi publik mengingat kemudahan aksesnya bagi masyarakat. “Sehingga harapan kita, media sosial yang kita gunakan dapat menjadi jembatan bagi pemerintah dan masyarakat, dalam menyampaikan program pemerintah secara informatif dan memberikan edukasi,’ tuturnya.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh OPD untuk semakin mengoptimalkan pemanfaatan media sosial kedinasan sebagai sarana utama penyebaran informasi kepada masyarakat. Sebab, penyampaian informasi publik membutuhkan kolaborasi dan sinergi antar-OPD agar berbagai program serta layanan pemerintah dapat tersampaikan secara lebih luas dan efektif.

“Ke depan saya berharap, itu menjadi prestasi besarnya Pemda DIY. Setiap OPD bisa kemudian bersama-sama menyampaikan manfaat program Pemda DIY, dan juga sama-sama kemudian menyiapkan kontennya,” pungkas Hari.

Sebagai bagian dari Government Social Media Summit (GSMS), GSM Award merupakan ajang apresiasi tahunan bagi instansi pemerintah yang dinilai berhasil mengelola media sosial secara optimal. Seluruh proses penilaian dilakukan tanpa pendaftaran maupun pemungutan biaya, dan ditentukan berdasarkan penilaian objektif berbasis data analitik, sehingga menjamin prinsip inklusivitas, integritas, serta independensi penyelenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *