JAKARTA,REDAKSI17.COM – Pejabat Iran pada Hari Senin mengatakan, rencana pertemuan di Oman yang melibatkan para menteri luar negeri dari negara-negara Teluk dan Tehran dibatalkan atas permintaan Arab Saudi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan dalam konferensi pers, Riyadh meminta agar pertemuan tersebut tidak dilaksanakan untuk saat ini.

“Laporan bahwa Arab Saudi meminta agar pertemuan itu tidak diadakan untuk sementara waktu adalah benar,” jelasnya, melansir Anadolu dari IRNA (14/9).

Ia menepis upaya untuk mengaitkan Iran dengan perkembangan terkini antara Arab Saudi dan Yaman, seraya menyatakan bahwa masalah Yaman memiliki “akar penyebab yang sudah lama ada.”

Lebih lanjut Baghaei mengatakan pertemuan yang direncanakan itu diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi Iran dan Oman untuk memaparkan kesepahaman yang dicapai, setelah negosiasi selama berminggu-minggu mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz serta peran kedua negara sebagai negara pesisir.

Ia mengatakan, Tehran berharap negara-negara kawasan akan “memanfaatkan kesempatan” tersebut dan menggunakan pertemuan itu untuk membahas penciptaan kawasan yang aman tanpa campur tangan pihak luar.

Pada Hari Minggu, Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengumumkan “demi tercapainya konsensus, pertemuan regional yang dijadwalkan besok di Salalah telah ditunda.”

“Kami tetap berkomitmen untuk mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan kami,” ujarnya.

Baghaei menyatakan, kesepahaman antara Iran dan Oman telah rampung disusun meskipun pertemuan itu dibatalkan.

“Kami akan memutuskan, melalui konsultasi dengan Oman, mengenai langkah selanjutnya serta cara mengumumkan atau mendaftarkan kesepahaman ini,” jelasnya.

Baghaei menekankan, keamanan di Selat Hormuz merupakan urusan Iran dan Oman sebagai dua negara pesisir, sembari menyalahkan tindakan Amerika Serikat dan Israel atas kondisi keamanan yang tidak stabil di jalur perairan tersebut saat ini.

Ia menuduh AS merusak keamanan maritim dengan menyerang sebuah kapal Iran di dekat Pulau Hengam, seraya menyebutkan satu warga Iran tewas dan beberapa orang lainnya, termasuk dua warga negara Pakistan, mengalami luka-luka.

Iran dan Oman telah melakukan pembicaraan mengenai pengaturan sementara untuk mengelola pelayaran di jalur perairan tersebut sejak gagalnya nota kesepahaman Bulan Juni antara Washington dan Tehran yang bertujuan mengakhiri perang yang pecah Februari lalu.

AS dan Iran sebelumnya telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata Bulan April dan secara bertahap mengizinkan pelayaran melalui selat tersebut kembali ke tingkat sebelum perang, sembari mereka melakukan pembicaraan mengenai penyelesaian akhir.