TEHERAN,REDAKSI17.COM – Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan rudal ke sejumlah posisi militer rezim Zionis Israel.
Hal ini sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang terus dilakukan Israel, meskipun sebelumnya telah diperingatkan oleh Iran.
Menurut laporan terbaru, dikutip Mehr News, Iran pada Ahad (6/6/2026) malam meluncurkan dua gelombang serangan rudal yang menargetkan sejumlah posisi strategis militer Israel.
Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata oleh rezim Zionis.
Media lokal Iran, mengutip sumber-sumber militer, melaporkan bahwa puluhan rudal ditembakkan ke berbagai target militer penting Israel.
Serangan itu memicu sirene peringatan di Haifa, Galilea, dan wilayah tengah Palestina yang diduduki.
Sumber-sumber yang mengetahui operasi tersebut menyatakan bahwa rudal-rudal Iran berhasil mengenai sasaran yang telah ditentukan dengan tingkat akurasi tinggi.
Pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel terjadi dalam kondisi di mana Amerika Serikat disebut mengetahui sepenuhnya tindakan tersebut.
Iran menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Israel juga telah melemahkan upaya mediasi yang dilakukan Pakistan.
Teheran memperingatkan bahwa jika agresi terhadap Lebanon terus berlanjut, maka Iran bersama Poros Perlawanan akan memberikan respons yang lebih keras pada waktu yang dianggap tepat.
Dalam sebuah pernyataan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut serangan rudal yang dilakukan pada malam itu hanyalah sebuah peringatan bagi rezim Zionis.
Media Iran juga melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut diluncurkan dari beberapa wilayah, termasuk Kermanshah di bagian barat, Tabriz di barat laut, serta Isfahan dan Kashan di wilayah tengah Iran.
IRGC menyatakan bahwa salah satu target utama serangan rudal balistik tersebut adalah Pangkalan Udara Ramat David milik Israel.
Sementara itu, Komandan Markas Khatam al-Anbia IRGC, Jenderal Abdollahi, menegaskan bahwa peluncuran rudal tersebut merupakan respons atas agresi Israel terhadap Lebanon yang, menurutnya, dilakukan dengan lampu hijau dari Amerika Serikat.
Baik Jenderal Abdollahi maupun IRGC menegaskan bahwa apabila agresi terhadap Lebanon terus berlanjut dan Israel membalas serangan rudal Iran, maka angkatan bersenjata Iran akan melancarkan respons yang jauh lebih dahsyat dan menghancurkan.





