“Rupanya Pak Prabowo mengikuti juga apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi. Tidak ada fixed step dalam jangka waktu yang lama. Baru berapa bulan reshuffle, reshuffle, reshuffle… Bahkan konon katanya bakal ada reshuffle besar-besaran Oktober, tapi Wallahualam,” ungkap Refly, dikutip dari YouTube Refly Harun, Senin (8/6).
Menurut Refly, kondisi ini menunjukkan dua kemungkinan. Pertama, pemerintah tidak mampu menunjuk pejabat yang tepat sesuai prinsip the right person on the right place. Kedua, meski Indonesia menganut sistem presidensial, praktik politik tetap menyerupai sistem parlementer karena kursi menteri dibagi ke partai politik.
“Tetap tadi presidential rasa parlementer. Karena menteri-menteri itu dideploy oleh ketua-ketua umum partai, walaupun tetep di fxxan dengan presidennya,” imbuhnya
Sementara itu, Presiden Prabowo dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/6/2026), salah satunya untuk menggantikan posisi Menteri Keuangan. Berdasarkan isu yang beredar, Purbaya Yudhi Sadewa akan digantikan oleh ekonom senior Muhammad Chatib Basri.
Sebagai catatan, Presiden Prabowo tercatat sudah melakukan lima kali reshuffle kabinet sejak menjabat. Perombakan kelima dilakukan pada 27 April 2026 di Istana Kepresidenan.





