Istanbul,REDAKSI17.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi telah menerima tanggapan Amerika Serikat atas usulan yang disampaikan melalui mediasi Qatar, kata Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani, Rabu.
Seperti dikutip stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, Mohajerani tidak langsung mengungkapkan isi dari tanggapan AS tersebut. Dia juga tak menyebutkan langkah apa yang akan diambil Iran.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pihaknya sedang melakukan segala cara untuk memastikan keberhasilan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).
Pezeshkian mengatakan penjelasan soal manfaat perundingan dan hasil yang telah dicapai tidak boleh ditafsirkan sebagai bentuk sikap menyerah kepada musuh-musuh Iran, melainkan sebagai bentuk transparansi.
Dia menambahkan Iran tidak pernah mengorbankan prinsipnya dalam ketentuan apa pun seperti yang tercantum dalam MoU Islamabad itu.
Pezeshkian menggambarkan perjanjian tersebut sebagai “sumber kebanggaan” dan dokumen yang menentukan dan sangat berpengaruh dalam sejarah perkembangan yang melibatkan Iran.
Perkembangan itu terjadi setelah Araghchi pada Senin (28/9) mengatakan bahwa para mediator dari Qatar akan menyampaikan kepada AS soal gagasan baru yang telah dibahas bersama Iran mengenai cara memenuhi syarat-syarat bagi Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Araghchi berharap tanggapan AS itu akan disampaikan kembali kepada Iran setelah konsultasi tersebut.
Iran menyatakan persyaratan itu mencakup penghentian tekanan militer dan ekonomi Amerika Serikat, pembebasan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi, serta kesepakatan mengenai jalur pelayaran yang aman.
Iran juga menyampaikan persyaratan tersebut kepada AS melalui Qatar dalam pertemuan selama dua jam di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB pada pekan lalu.
Saat ini, Iran masih membatasi akses melalui Selat Hormuz sembari menuntut AS memenuhi komitmen berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pada Juni.
Iran menyatakan jalur perairan tersebut tidak akan dibuka sepenuhnya sebelum persyaratan Iran terpenuhi dan komitmen AS dilaksanakan.
Pada akhir Februari lalu, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran dan dibalas Iran dengan menyerang Israel dan sejumlah target AS di kawasan sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai pada April.
AS dan Iran juga telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni terkait kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, implementasinya terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai keamanan di jalur perairan strategis tersebut.
Sumber: Anadolu





