“Kita lihat nanti di 2029 hasilnya seperti apa. Asalkan kita bekerja, saya yakin PSI akan menjadi partai besar,” katanya.
Jokowi menilai PSI sudah memiliki modal organisasi yang cukup kuat. Ia mengapresiasi pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan di Lampung yang telah mencapai lebih dari 90 persen.
Menurutnya, struktur organisasi tersebut harus benar-benar dihidupkan agar menjadi mesin politik yang efektif.
“Di Provinsi Lampung sampai ranting itu sudah di atas 90 persen. Ini akan menjadi sebuah mesin besar, mesin partai yang kuat. Di struktur ini ada mesin yang harus hidup dan bekerja,” ungkap dia.
Jokowi mengingatkan, kekuatan partai tidak cukup hanya dengan memiliki kepengurusan lengkap. Yang lebih penting adalah seluruh pengurus aktif membangun hubungan dengan masyarakat.
Ia meminta kader PSI, khususnya di tingkat kecamatan hingga ranting, hadir dalam kehidupan warga sehari-hari, bukan hanya muncul menjelang pemilu.
Menurut Jokowi, kedekatan dengan masyarakat bisa dimulai dari hal sederhana, seperti melayat saat ada warga meninggal dunia maupun rutin menjalin silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama.
Selain itu, ia meminta seluruh kader memperkenalkan PSI secara langsung kepada masyarakat.
“Kenalkan partai kita ini PSI kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh agama. Datangi rumah-rumah beliau, kenalkan bahwa di Lampung sekarang ada partai dengan mesin yang kuat, dengan nama PSI,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Guntur Romli menyatakan bahwa safari politik Jokowi bersama PSI adalah manuver kampanye kepentingan anak-anaknya.
“Itu kampanye politik untuk 2029, buat pemenangan anak-anaknya dia. Gibran yang kemungkinan besar tidak bersama Prabowo lagi. Dan meloloskan PSI yang diketuai oleh Kaesang,” kata kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
“Semua demi masa depan anak-anaknya Jokowi harus kerja keras. Dulu sebagai ‘petugas partai’ PDI Perjuangan, Jokowi ditugaskan jadi wali kota, gubernur dan presiden untuk melayani rakyat. Sekarang Jokowi jadi ‘jongos partai PSI’ dieksploitasi untuk kepentingan elektoral semata,” ujarnya.
Meski begitu, Guntur menegaskan langkah Jokowi bersafari tidak akan memberi dampak apapun bagi PDIP. Hubungan keduanya disebut sudah resmi berakhir sejak surat pemecatan DPP PDIP terhadap Jokowi pada 4 Desember 2024.
“Kampanye politik Jokowi itu tidak akan berdampak pada PDI Perjuangan,” ujar dia.




