“Ya menteri Prabowo, Ara menteri Prabowo. Ya. Sebagai apa di situ, kan sebagai buangan dari PDIP. Jadi Prabowo menerima buangan gitu,” ujanya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Kamis (13/8).
“Bagi Prabowo ya enggak apa-apa. Nanti satu waktu kalau Ara gagal ya gua akan bilang itu kader PDIP dari awal,” tandasnya.
Sebagai informasi, Maruarar Sirait resmi pamit dari PDIP pada Januari 2024 dengan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) di Kantor DPP PDIP. Ia menyebut keputusan tersebut diambil karena ingin mengikuti langkah politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Tak lama setelah keluar dari PDIP, Ara mengonfirmasi bergabung sebagai anggota biasa di Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus PDIP, Pramono Anung, pernah menyatakan bahwa seseorang yang meninggalkan partainya tidak akan pernah menjadi besar.
“Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah sangat teruji. Tadi saya bisik-bisik sama beliau, ‘Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar’,” ujar Pramono saat menghadiri pelantikan Ketua DPC PKB se-Indonesia di Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.
Ia tidak menyebutkan siapa nama orang yang dimaksud, hanya mengatakan bahwa di PDI-P pernah ada dan PKB pun sama.
“Di PDI-Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh,” sambungnya.





