Beranda / Hikayat Seni dan Budaya / Ka’bah, Pusat Ibadah Umat Islam

Ka’bah, Pusat Ibadah Umat Islam

Ka’bah adalah bangunan suci berbentuk kubus, terletak tepat di tengah Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Ini adalah tempat paling mulia bagi umat Islam, arah kiblat saat shalat, dan tujuan utama ibadah Haji serta Umrah.
Menurut sejarah dan Al-Qur’an, Ka’bah pertama kali dibangun atas perintah Allah oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama putranya, Nabi Ismail a.s., diperkirakan sekitar 2000 SM. Saat selesai, Allah mewajibkan manusia berkunjung ke sana untuk beribadah . Di sudut timur tertanam Hajar Aswad, batu suci yang konon berasal dari surga.
Setelah berabad-abad berlalu, bangunan itu rusak dan sekitarnya diisi berhala oleh penduduk zaman dulu. Tahun 605 M, Ka’bah diperbaiki kembali oleh suku Quraisy; saat itu Nabi Muhammad s.a.w. berusia 35 tahun, dan beliau yang menyelesaikan peletakan Hajar Aswad dengan bijak.
Perubahan besar terjadi tahun 630 M, saat Nabi Muhammad menaklukkan Mekah. Beliau masuk ke halaman Ka’bah, menghancurkan 360 berhala yang ada di dalam dan sekitarnya, lalu mengembalikannya menjadi tempat ibadah khusus kepada Allah semata, seperti tujuan awal pembangunannya .
Sejak saat itu, Ka’bah tetap berdiri, beberapa kali diperbaiki atau direnovasi oleh para khalifah dan penguasa sesudahnya, tapi bentuk dan letaknya tidak pernah berubah. Tingginya sekitar 13 meter, panjang 11 meter, lebar 9 meter, dan dilapisi kain sutra hitam bertuliskan ayat Al-Qur’an.
Ka’bah bukan tempat disembah, melainkan tanda arah dan simbol persatuan. Di mana pun umat Islam berada, dari Indonesia sampai Amerika, semuanya menghadap ke satu titik ini. Ka’bah mengajarkan bahwa meski berbeda bangsa dan bahasa, kita semua satu dalam ibadah dan iman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *