Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar NGOPI (Ngobrol Perkara GATI/Gerakan Ayah Teladan Indonesia) Lintas Generasi di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 ini menghadirkan ruang dialog santai yang mempertemukan tiga generasi untuk membahas peran keluarga dalam membangun generasi yang berkualitas.
Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, remaja GenRe, hingga para orang tua untuk membedah solusi ketahanan keluarga secara hulu.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan anak tidak boleh berhenti pada nafkah finansial semata. Di era digital, tantangan terbesar orang tua adalah bersaing dengan gawai dalam merebut perhatian anak.
“Ayah teladan itu bukan sekadar sosok yang memberikan materi lalu selesai. Kehadiran fisik, tatap muka, dan keterlibatan emosional ayah di rumah minimal satu hingga dua jam sehari sangat menentukan pembentukan karakter anak,” tegasnya
Wihaji mengimbau para orang tua agar tidak menyerahkan pola asuh anak sepenuhnya kepada teknologi. Ia mengingatkan bahwa sekolah hanya berfungsi sebagai wadah transfer of knowledge, sementara fondasi utama moral, nilai kehidupan (transfer of value), serta kestabilan psikologis anak mutlak bersumber dari interaksi intim di dalam rumah tangga.
Di Kota Yogyakarya sendiri, lanjutnya, menjadi contoh yang baik dalam kampanye GATI di antaranya melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar).
“Kota Yogyakarta menjadi contoh kota untuk pembangunan keluarga, karena memang secara komprehensif lumayan angka harapan hidupnya, rata-rata 75 tahun ke atas paling tinggi di Yogyakarta, termasuk IPM-nya juga tinggi-tinggi,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para ayah jangan bosan, jangan lelah untuk terus mengampanyekan tentang pentingnya generasi ke depan, karena setuju tidak setuju anak-anak adalah generasi penerus yang akan menggantikan orang tua saat ini.
“Karena itu terus kita kampanyekan bagaimana kesehatan mental ini sangat penting, dan tentu tidak lelah untuk terus mengedukasi pentingnya generasi yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, sangat berterimakasih karena Kota Yogyakarta bisa menjadi contoh kampanye GATI. Pihaknya pun memberikan dukungan penuh terhadap masifnya GATI wilayahnya.
Lebih lanjut, Hasto menambahkan bahwa kehadiran aktif seorang ayah merupakan pilar utama penunjang tumbuh kembang.
“Peran ayah yang hadir secara utuh mampu menekan potensi kenakalan remaja, mencegah pernikahan dini akibat kehamilan tak terencana, serta secara linier mendukung percepatan pengentasan stunting dari keluarga,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap semangat kolaborasi lintas generasi semakin kuat sehingga keluarga dapat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter, sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Dialog terbuka seperti NGOPI menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era saat ini,” ujarnya.
