Adi mengingatkan, hingga kini usulan agar Gibran kembali menjadi cawapres Prabowo belum mendapat respon. Karena itu, tidak mustahil Jokowi dan Gibran melakukan manuver politik dengan berhadapan langsung melawan Prabowo.
“Tentu saja dikalkulasi oleh Pak Jokowi soal kemungkinannya Gibran yang kedua kalinya menjadi calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto, mungkin soal kemungkinannya semakin minim tidak semakin terbuka,” ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (18/8).
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).
“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).
Sementara itu, Partai Gerindra menyampaikan terima kasih atas dukungan Jokowi, yang dianggap sebagai bentuk perhatian besar mantan presiden terhadap keberlanjutan program pembangunan.
Namun, dalam berbagai forum internal maupun konsolidasi, Gerindra hanya menekankan narasi “Prabowo Dua Periode” tanpa menyebut nama Gibran dalam paket kepemimpinan 2029. Hal ini dibaca sejumlah pengamat sebagai strategi Gerindra menjaga fleksibilitas politik menjelang Pilpres mendatang.





