UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Sebanyak 287 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA mengikuti Kejuaraan Atletik Pelajar (KAP) Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Yogyakarta di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (28/7). Para peserta akan memperebutkan 36 nomor pertandingan dalam ajang yang menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda sekaligus penjaringan bibit-bibit unggul olahraga atletik di Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan, optimistis PASI Kota Yogyakarta dapat semakin maju dan berkembang. Menurutnya, hal tersebut didukung oleh pengurus dan pembina PASI yang memiliki perhatian serta minat terhadap olahraga atletik, khususnya lari.
“Saya punya keyakinan PASI Kota Yogyakarta insyaallah akan bisa maju dan berkembang. Yang pertama karena ketua dan pembinanya itu hobi lari semua. Kemudian support kepada PASI Kota Yogyakarta juga cukup aktif,” jelas Wawan.
Wawan menilai pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan latihan yang intensif dan kompetisi secara berkelanjutan agar kemampuan atlet dapat terus berkembang dan terukur.
Ia menyebut Kejuaraan Atletik Pelajar ini merupakan bagian dari proses panjang pembinaan atlet untuk mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Pekan Olahraga Daerah (PORDA), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kalau pengurusnya aktif, pembinanya juga aktif, kemudian pelajar kita secara intensif dilakukan latihan-latihan dan juga melakukan kejuaraan seperti ini, insyaallah akan muncul atlet-atlet yang berprestasi. Tidak ada juara yang terjadi secara instan, tentu perlu suatu proses,” ungkapnya.

Untuk itu, Wawan mengajak KONI Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, PASI, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), sekolah, serta para pelatih untuk saling bahu-membahu dalam melakukan pembinaan atlet muda. “Saya yakin mencari bibit di Kota Yogyakarta kalau kita garap secara serius itu pasti akan ketemu bibit-bibit yang unggul,” katanya.
Wawan juga menekankan, setiap perkembangan dan prestasi atlet perlu dicatat secara terstruktur sehingga dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan program pembinaan berikutnya.
“Yang penting kita serius, basic-nya pada data. Perkembangannya semua dengan data, progresnya didata semuanya. Jadi, record untuk atlet kalau bisa terus diperbarui dan dikumpulkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PASI Kota Yogyakarta, Fajar Kurniawan mengatakan, Kejuaraan Atletik Pelajar Kota Yogyakarta Tahun 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Dimana PASI Kota Yogyakarta memiliki target untuk terus meningkatkan prestasi atlet pelajar.
“Dalam Pada POPDA 2027, PASI menargetkan Kota Yogyakarta dapat menempati peringkat kedua, kemudian pada POPDA 2029 ditargetkan mampu menjadi juara umum,” ujarnya.

Salah satu atlet berprestasi yang mengikuti pembinaan atletik di Kota Yogyakarta, Rama Septarendra Dewanjaya dari SMA Negeri 7 Yogyakarta, turut membagikan pengalamannya dalam menekuni olahraga atletik.
Rama sebelumnya berhasil meraih juara pertama nomor lari 400 meter kelompok umur U-20 dalam Kejuaraan Jawa Timur Open yang diselenggarakan di Stadion Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya.
Menurut Rama, atletik memiliki karakteristik tersendiri karena sebagian besar nomor pertandingan merupakan nomor individu. Ia mengaku tertarik menekuni atletik karena olahraga tersebut sederhana, tetapi tetap membutuhkan latihan fisik dan kekuatan secara rutin. “Setelah saya mendapat juara di Pekan Olahraga Siswa, saya senang dan kemudian mengembangkan prestasi saya lagi,” ujarnya.
Rama berharap atlet-atlet atletik di Kota Yogyakarta mendapat dukungan lebih besar, khususnya dalam hal fasilitas latihan. Menurutnya, ketersediaan fasilitas latihan yang memadai dan mudah diakses akan membantu atlet melakukan persiapan secara lebih optimal.

“Harapannya, pemerintah dapat membantu dalam fasilitas atletik yang dapat dimanfaatkan para atlet untuk berlatih secara intensif. Selain itu, semakin banyak kejuaraan bagi kelompok usia senior sehingga atlet memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan dan mengukur prestasi mereka,” ungkapnya.



