
Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kelurahan Bulurejo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Juni 2026. Proyek yang menggunakan dana APBN senilai Rp 214 miliar tersebut saat ini mencatatkan progres konstruksi sebesar 38 persen.
Fasilitas pendidikan yang berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare ini dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa, sebagaimana dilansir dari Kompas. Pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah guna menyediakan sarana edukasi terpadu bagi masyarakat dari golongan kurang mampu.
Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya pada Sabtu (25/4/2026) menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bentuk investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara jangka panjang. Pihaknya berupaya menjaga keseimbangan antara kecepatan pengerjaan dan standar mutu bangunan.
“Pembangunan SR ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas, tanpa mengabaikan mutu konstruksi,” ujar Dody, Menteri PU.
Pelaksanaan proyek tersebut dipercayakan kepada Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY dengan menggandeng PT Abadi Karya Pradanaraya sebagai kontraktor pelaksana melalui skema KSO. Sementara itu, fungsi supervisi dijalankan oleh PT Ciriajasa Engineering Consultant guna menjamin ketepatan teknis di lapangan.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY Raden Haryo Satriyawan menjelaskan bahwa manajemen proyek telah mengambil langkah percepatan melalui penambahan jumlah personel secara bertahap. Saat ini, tenaga kerja telah ditingkatkan dari 650 orang menjadi 840 orang untuk mengoptimalkan pekerjaan di berbagai zona.
“Langkah percepatan kami lakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih paralel,” kata Haryo, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY.
Target jumlah pekerja diproyeksikan akan terus bertambah hingga mencapai angka 925 orang guna memastikan jadwal penyelesaian tetap berada pada jalurnya. Kawasan SR Kulon Progo ini nantinya akan dilengkapi dengan ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, asrama siswa dan guru, hingga fasilitas pendukung seperti klinik dan ruang terbuka hijau.


