Pernyataan tersebut disampaikan Arya setelah bertemu langsung dengan Jokowi. Dalam pertemuan itu, ia juga menyerahkan sebuah tongkat Dewa Ganesha yang disebut memiliki makna simbolis mengenai kepemimpinan dan estafet kekuasaan.
“Pokoknya Bali siap. Kita manut pada perintah Pak Jokowi. Saya pastikan 2029 ikut Pak Jokowi,” kata Arya di Solo baru-baru ini.
Menurut Arya, tongkat Dewa Ganesha tersebut telah diberikan langsung kepada Jokowi. Tongkat itu bukan sekadar benda simbolis, tetapi menggambarkan kepemimpinan sekaligus proses estafet dari satu pemimpin ke pemimpin berikutnya.
Ia menyebut simbol tersebut nantinya memiliki kaitan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, Arya belum mengungkap secara detail seperti apa rencana penyerahan tongkat tersebut kepada Gibran.
“Pokoknya nanti akan ada surprise. Tunggu 2027, ya,” ujarnya.
Arya kemudian menjelaskan bahwa tongkat Dewa Ganesha membawa pesan khusus terkait kepemimpinan. Penyerahannya kepada Jokowi disebut sebagai bagian dari simbol kesinambungan kepemimpinan yang nantinya berlanjut kepada generasi berikutnya.
“Diserahkan kepada Pak Jokowi dan nantinya tongkat estafet ke Mas Gibran,” ungkap Arya.
Tak hanya memiliki makna kepemimpinan, tongkat tersebut juga kental dengan unsur budaya Bali. Pada bagian tongkat terdapat hiasan benang Tridatu yang terdiri dari tiga warna utama, yakni merah, putih, dan hitam.
Bagi Arya, unsur tersebut menjadi representasi nilai sekaligus identitas masyarakat Bali yang dibawanya ketika bertemu dengan Jokowi. Ia menegaskan penyerahan simbol kepemimpinan itu dilakukan bukan atas nama pribadi, melainkan membawa nama masyarakat Bali.
“Ini tongkat kepemimpinan lambang Dewa Ganesha. Jadi kita serahkan pada hari ini (ke Jokowi) atas nama masyarakat Bali. Semoga beliau amanah,” terang dia.
Arya berharap simbol tersebut dapat menjadi pengingat mengenai amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan kepemimpinan. Sementara itu, pernyataannya mengenai kesiapan mengikuti arahan Jokowi pada Pemilu 2029 turut menjadi sinyal politik GPM menjelang kontestasi nasional tersebut.





