Beranda / Pendidikan / KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Hadir Bersama Masyarakat Boro dan Borosuci melalui Peta Pedukuhan, Gebyar Kemerdekaan dan Pembelajaran Batik Matematika

KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Hadir Bersama Masyarakat Boro dan Borosuci melalui Peta Pedukuhan, Gebyar Kemerdekaan dan Pembelajaran Batik Matematika

 

KULON PROGO,REDAKSI17.COM (25/08/26) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan berbagai kegiatan bersama masyarakat Pedukuhan Boro dan Pedukuhan Borosuci, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan KKN berlangsung sejak 8 Juli hingga 21 Agustus 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Sugiyanto, S.Si., S.T., M.Si.

Pelaksanaan KKN mendapat dukungan dari Lurah Kalurahan Banjarasri Drs. H. Mardi Santosa, Dukuh Boro Ibu Hendrika Heni Mardiasruti, dan Dukuh Borosuci Bapak Yustinus Harjito. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai program kerja.

Salah satu program Kelompok Boro adalah Pembuatan Peta Pedukuhan. Melalui pendataan dan pemetaan wilayah, mahasiswa menyusun informasi mengenai batas wilayah serta lokasi-lokasi penting di pedukuhan. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi media informasi dan dokumentasi yang membantu masyarakat mengenali wilayah sekaligus mendukung kebutuhan administrasi kewilayahan. Program ini dilaksanakan oleh Awan, Evel, Hanif, Salman, Rifa, Salma, Nia, Gheri, Bunga, dan Farros, dengan dukungan pemerintah Kalurahan Banjarasri dan masyarakat setempat.

Selain pemetaan wilayah, mahasiswa KKN 120 juga melaksanakan Pelatihan Batik di KB-TK Marsudirini Santa Theresia Boro. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran seni dan budaya sejak dini melalui pendekatan Batik Matematika. Anak-anak dikenalkan secara sederhana pada batik sekaligus unsur-unsur matematika yang terdapat dalam motif, seperti pola, bentuk, pengulangan, simetri, dan keteraturan.

Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran batik tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak usia dini. Konsep Batik Matematika diharapkan dapat membantu anak mengenal konsep matematika melalui kegiatan kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tim KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Padukuhan Borosuci sukses menggelar acara “Gebyar Kemerdekaan Borosuci” selama dua hari dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan tertib melalui prosesi pembukaan yang khidmat serta sambutan hangat dari Bapak Dukuh setempat, lalu dilanjutkan di hari pertama dengan aneka lomba inklusif yang diikuti penuh antusias oleh kelompok usia PAUD-TK, SD, SMP, hingga bapak-bapak dan ibu-ibu. Kemeriahan berlanjut hingga hari kedua sebagai puncak acara melalui kegiatan jalan sehat yang disusul penyerahan hadiah lomba sekaligus pembagian doorprize, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama guna mengabadikan momen sinergi nan harmonis antara tim KKN dan warga Padukuhan Borosuci. Tim KKN 120 Pedukuhan Borosuci terdiri atas Hamdani, Faza, Diah, Ishak, Noizha, Idhan, Ainah, Tika, Luluk, dan Fela.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Batik Ghakhuka, Batik Matematika turut memberikan dukungan sebagai salah satu sponsor. Dukungan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara pendidikan, budaya, kreativitas, dan masyarakat. Melalui gagasan Batik Matematika, unsur pola, simetri, geometri, dan keteraturan matematika dikembangkan menjadi inspirasi dalam penciptaan motif batik sekaligus media pembelajaran.

Menurut DPL KKN 120, Dr. Sugiyanto, S.Si., S.T., M.Si., KKN bukan hanya tentang melaksanakan program kerja, tetapi juga tentang belajar dan bekerja bersama masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan program, tetapi juga belajar bersama masyarakat. Setiap kegiatan diharapkan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan sesuatu yang dapat digunakan atau dikenang oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Peta Pedukuhan menjadi bentuk kontribusi mahasiswa melalui pengetahuan dan keterampilan, Gebyar Kemerdekaan menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, sedangkan Pelatihan Batik Matematika di KB-TK Marsudirini Santa Theresia Boro menjadi upaya mengenalkan budaya dan konsep matematika sejak dini.

KKN 120 di Boro dan Borosuci akhirnya meninggalkan beberapa hal sederhana namun bermakna: peta yang membantu masyarakat mengenali wilayah, kegiatan kemerdekaan yang mempererat kebersamaan, serta pembelajaran batik yang mengenalkan budaya dan matematika sejak dini. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman, sementara masyarakat dan anak-anak mendapatkan manfaat serta pengalaman bersama.

Batik Ghakhuka, Batik Matematika — belajar dari masyarakat, berkarya bersama masyarakat, dan mengenalkan matematika melalui budaya sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *