Kolaborasi Kota-Kabupaten Atasi Kemiskinan dan Pemerataan Kesejahteraan

Danurejan,REDAKSI17.COM-Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harnawan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DIY Tahun 2027 yang digelar di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Kamis (23/4/2026).

Acara ini di buka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowo X. Dalam kesempatan tersebut Ngarsa Dalem mengatakan kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan di DIY ke depan.

Pihaknya mengungkapkan bahwa kinerja pembangunan di DIY menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2025 tercatat sebesar 5,49 persen (year-on-year), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,03 persen.

“Sektor utama penopang ekonomi DIY berasal dari industri pengolahan, akomodasi dan makan minum, pertanian, konstruksi, serta informasi dan komunikasi yang menyumbang hingga 52,29 persen terhadap struktur perekonomian daerah,” bebernya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan bersama kepala daerah se DIY saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DIY Tahun 2027 yang digelar di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Kamis (23/4/2026).

Dari sisi makro ekonomi, inflasi DIY hingga Maret 2026 tercatat sebesar 4,08 persen (year-on-year). Pada sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada November 2025 mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2025.

“Selain itu jasa kesehatan dan kegiatan sosial menjadi yang tertinggi pertumbuhannya yakni mencapai 9,62 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 7,90 persen dan jasa lainnya sebesar 7,22 persen,” bebernya.

Meski menunjukkan berbagai capaian positif, Ngarsa Dalem juga mengatakan tantangan yang masih harus dihadapi, khususnya dalam penanganan kemiskinan. Untuk itu ia menekankan perlunya kolaborasi dari Kota dan Kabupaten se DIY.

“Per September 2025, jumlah penduduk miskin di DIY tercatat sebanyak 422,79 ribu orang atau 10,08 persen, meskipun mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional,” ujarnya.

Untuk tahun 2027, lanjutnya, Pemerintah Daerah DIY mengusung tema pembangunan “Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Perwujudan Pancamulia”. Tema ini menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Adapun prioritas pembangunan yang ditetapkan meliputi penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan ketimpangan antarwilayah, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Selain itu, pengembangan kawasan selatan DIY, optimalisasi teknologi informasi, dan penguatan inovasi daerah juga menjadi fokus utama.

Sementara itu Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendukung penuh arah kebijakan pembangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DIY.

“Kami siap mendukung sepenuhnya program dan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DIY. Sinergi antara pemerintah kota dan provinsi menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat antar pemerintah daerah di DIY diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi daerah.