Beranda / Nasional Dan Internasional / Mensos Buka Suara Terkait Polemik Desil

Mensos Buka Suara Terkait Polemik Desil

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Bayangkan, UMK Kota Jogja saja ada di kisaran Rp2,8 jutaan, sementara Sleman dan Bantul ada di Rp2,5–Rp2,6 jutaan. Kalau gaji kamu Rp3 juta pas—cuma selisih tipis di atas UMK—di dunia nyata mungkin masih ketat buat bayar kos, cicilan, dan nongkrong tipis-tipis.

Tapi di data pemerintah? Kamu mendadak divonis masuk Desil 10 alias kelompok “Super Kaya” paling sejahtera!

​Keriuhan ini akhirnya direspons langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Dikutip dari INews, Gus Ipul menjelaskan kalau sistem Data Tunggal Sosial Ekonomqi Nasional (DTSEN) tidak cuma melihat nominal gaji bulanan. Penghitungan resmi dari BPS juga mempertimbangkan variabel lain seperti kondisi rumah, aset, tingkat pendidikan, hingga akses kesehatan.

​Secara teori pendataan memang rumit. Tapi kalau ditarik ke realita warga Jogja, tetap saja terasa menggelitik.

​Gaji Rp3 juta di era sekarang mau diputar seperti apa juga tetap butuh perjuangan ekstra. Kalau angka segitu sudah masuk kategori paling puncak dan sejahtera nasional, terus sultan asli yang tinggal di hunian mewah harus ditaruh di desil berapa?

​Inilah seni pendataan kita: di atas kertas sudah resmi jadi crazy rich, tapi pas akhir bulan di dompet tetap berdarah-darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *