Beranda / Politik / Milad ke-24 PKS, DPW PKS Sumbar Dorong Ketahanan Ekonomi Kader Melalui Program ‘Melati Harum’

Milad ke-24 PKS, DPW PKS Sumbar Dorong Ketahanan Ekonomi Kader Melalui Program ‘Melati Harum’

    

PADANG,REDAKSI17.COM — Dalam rangka menyemarakkan rangkaian Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-24, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat menggelar acara Tatsqif bertajuk “MELATI HARUM” (Memanfaatkan Lahan Tidur Halaman Rumah). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan pembicara utama Haji Wisnu Wijaya Adiputra, yang merupakan Deputi Pertanian DPP PKS sekaligus praktisi pertanian terintegrasi.

Acara tatsqif kali ini mengusung tema besar yang diinstruksikan oleh DPP PKS, yakni ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan ketahanan energi.

Ketua DPW PKS Sumatera Barat, Ulyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa program ini sejalan dengan fokus PKS saat ini, yaitu penguatan program K2P2.

“Fokus program kita sekarang adalah K2P2. Bagaimana agar kader itu bisa berdaya, bisa kuat dari sisi ekonominya, dan juga untuk meningkatkan agenda-agenda kaderisasi serta agenda dakwah,” ujar Ulyadi.

Ia menambahkan bahwa ilmu yang dibagikan dalam tatsqif ini harus menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi potensi krisis ekonomi maupun pangan. Ulyadi berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di ruang diskusi virtual, melainkan ada tindak lanjut nyata berupa bimbingan dan coaching langsung dari Bidang Petani Ternak Nelayan (BPPN) DPW PKS Sumbar yang dikoordinatori oleh Kang Deni dan tim.

“Kita berharap setelah mendengarkan ini, ada follow up dan ditindaklanjuti dengan melaksanakan program. Dengan pengalaman dan pengetahuan ini, kader bisa berbagi kepada masyarakat sekitar yang punya potensi lahan tidur dan waktu luang. Ini bisa menjadi jembatan komunikasi untuk menyentuh hati mereka, sebelum kita memberikan masukan nilai-nilai dakwah,” pungkasnya.

Dalam pemaparannya, Wisnu Wijaya membagikan pengalamannya mengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Ge Tentram di Boyolali, Jawa Tengah. Ia memperkenalkan “Konsep 100 5”, yaitu pemanfaatan lahan hidup seluas 1.000 meter persegi di pekarangan rumah yang secara pesimis mampu menghasilkan pendapatan bersih minimal Rp5 juta per bulan.

Beberapa komoditas unggulan yang bisa diintegrasikan di lahan terbatas rumah tangga antara lain, Ayam Petelur (KUB/Elba), budidaya Lele Bus Beton dan Melon Hidroponik.

Sebagai praktisi yang menerapkan Zero Waste System (sistem bebas sampah), Wisnu mengungkapkan potensi luar biasa dari pengolahan limbah kotoran hewan (kohe) menggunakan media cacing tanah (cacing ANC/Lumbrikus) menjadi Vermikompos.

“Berdasarkan pengalaman kami, kotoran sapi jika dikelola dengan baik itu terbukti jauh lebih mahal daripada sapinya itu sendiri,” jelas Wisnu.

Melalui proses fermentasi cacing, kotoran ternak diubah menjadi pupuk organik bermutu tinggi (black gold) yang bebas bau. Pupuk ini telah diuji laboratorium di UGM dan terbukti memiliki kandungan NPK ideal yang sangat diminati oleh pasar domestik hingga pasar ekspor seperti Dubai dan Pakistan. Budidaya cacing dan penjualan vermikompos ini mampu menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah per bulannya bagi peternak skala rumahan.

Selain pangan, P4S binaan Wisnu juga berhasil mengembangkan ketahanan energi secara mandiri melalui instalasi Biogas dari kotoran sapi yang membuat rumah tangga bebas dari pembelian LPG sejak tahun 2016. Mereka juga menciptakan Mesin Pirolisis hasil kerja sama dengan akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengolah sampah plastik kering menjadi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas setara Pertamax dan Pertamina Dex.

Di akhir sesi, Wisnu mengajak kader PKS Sumatera Barat untuk segera memulai dan memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan yang ada. Lahan terbatas juga dapat dioptimalkan sekolah-sekolah melalui program SOTACI (Sobat Tani Cilik) untuk mengedukasi siswa SMP/TK agar mencintai alam sekaligus menjadi solusi terapi mengatasi kecanduan gadget pada anak.

Tatsqif ini diakhiri dengan komitmen bersama dari Bidang PPN DPW PKS Sumbar untuk menindaklanjuti program “Melati Harum” melalui Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN) sebagai wadah pendampingan riil bagi para kader di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *