Teheran,REDAKSI17.COM – Pernyataan keras datang dari mantan komandan Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezaei, yang menegaskan sikap tegas Teheran terhadap kawasan strategis Selat Hormuz.
Iran disebut tidak akan meninggalkan Selat Hormuz sampai seluruh haknya benar-benar dijamin. Pernyataan ini langsung mengirim sinyal eskalasi di salah satu jalur energi paling vital dunia.
Rezaei juga menyinggung pengalaman pahit dalam negosiasi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa ke depan, setiap kesepakatan harus disusun lebih hati-hati—dengan fokus kuat pada aspek ekonomi, bukan sekadar tekanan politik atau militer.
Lebih jauh, ia menyindir posisi Amerika Serikat. Menurutnya, berbeda dengan Washington yang disebut “takut perang panjang”, Iran justru siap dan berpengalaman menghadapi konflik jangka panjang.
Dalam pernyataan yang cukup provokatif, ia bahkan mempertanyakan:
Jika angkatan laut Iran benar-benar sudah hancur, mengapa kapal dan pasukan AS justru menghindari melintasi Selat Hormuz?
Tak kalah penting, Rezaei menegaskan perubahan besar dalam dinamika diplomasi:
Kini Iran bukan lagi pihak yang mengikuti syarat, tetapi menetapkan prasyaratnya sendiri dalam setiap perundingan.
Sumber: Press TV





