Beranda / Daerah / Nobar Bola Gembira, Menghidupkan Ruang Publik, Menyatukan Masyarakat

Nobar Bola Gembira, Menghidupkan Ruang Publik, Menyatukan Masyarakat

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Ketika aktivitas perdagangan telah usai, lapak-lapak telah tertutup kain, kawasan Teras Malioboro yang biasanya dipenuhi aktivitas jual beli justru kembali hidup dengan wajah yang berbeda. Ratusan masyarakat dari berbagai daerah, usia, dan latar belakang berkumpul memenuhi Amphiteater Teras Malioboro untuk mengikuti gelaran Nonton Bareng (Nobar) Pesta Bola Gembira, pada Rabu (15/07) dini hari. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud keistimewaan DIY, yang mampu menghadirkan ruang publik yang hangat, inklusif, dan mampu menyatukan masyarakat dalam suasana khas Yogyakarta.

Hadir memeriahkan gelaran nobar tersebut, Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, Paniradya Pati Kaistimewaan DIY Kurniawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) DIY KPH Yudanegara, serta Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol. Eva Guna Pandia beserta jajaran. Pada kesempatan tersebut, masyarakat bersama-sama menyaksikan laga semifinal Prancis melawan Spanyol. Esoknya, gelaran nobar akan kembali digelar di tempat yang sama, yakni perebutan tiket final Piala Dunia 2026 antara timnas Inggris melawan Argentina.

Ditemui di sela acara, seorang pelajar asal Tulungagung, Jawa Timur, Syafiq Rifqi Pratama (18) menceritakan keseruannya mengikuti nobar tersebut. Nobar semifinal ini menjadi pengalaman keduanya, setelah sebelumnya menyaksikan pertandingan Inggris melawan Norwegia di lokasi yang sama.

“Informasi nobarnya saya dapat dari TikTok, ada berita kalau di Teras Malioboro diadakan nobar. Kemarin juga sempat nonton pertandingan Inggris melawan Norwegia dan ternyata memang seru. Karena seru, hari ini nonton lagi,” ujarnya.

Syafiq berharap, acara ini dapat terus berlanjut, sehingga dapag terus menjadi ruang guyub bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati momen penuh kehangatan. “Kalau bisa, acara-acara seperti ini seharusnya dibuat terus berkelanjutan, jadi bisa terus mengumpulkan masyarakat,” tegasnya

Hal yang sama turut disampaikan seorang warga Kotabaru, Omen (27). Baginya, akses yang gratis serta lokasi nobar yang dekat dari tempat tinggalnya menjadi alasan utama mengikuti nobar tersebut. Ia pun mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi, hingga mampu menghadirkan ratusan penonton dari berbagai kalangan.

“Yang jelas saya enggak menyangka bakal seramai ini. Ternyata antusias masyarakat sangat tinggi. Tapi itu juga menjadi hal yang positif, karena kan kesini karena emang tujuannya mau bisa jajan, bisa main, bisa ketemu banyak masyarakat,” tuturnya.

Omen berharap, kegiatan nobar seperti ini dapat terus digelar dan tidak hanya hadir saat perhelatan Piala Dunia. Berkumpulnya masyarakat di Teras Malioboro, diyakininya tidak hanya menciptakan suasana yang meriah, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi dengan meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM di kawasan tersebut.

“Ya semoga dengan nobar ini bisa membantu UMKM yang ada di Teras Malioboro. Juga, harapannya kalau bisa di setiap momentum menarik, bisa dibuatin acara lagi aja sih di Teras Maliboro,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang pedagang jajanan makanan di Teras Malioboro, Lupy (35) mengungkapkan, gelaran nobar memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatannya. Dibandingkan hari biasa, omset yang diperolehnya selama acara meningkat hingga sekitar empat kali lipat.

“Nambah ya paling sekitar biasanya sehari-hari dapat 100 ribu ya, sekarang jadi 400 gitu alhamdulillah,” ungkapnya.

Meski demikian, Lupy menilai masih diperlukan pengelolaan yang lebih baik ketika membludaknya jumlah pengunjung yang hadir. Padatnya masyarakat yang memadati area nobar kerap menutup akses menuju lapak UMKM. Ia berharap ke depan tersedia jalur khusus menuju area UMKM agar masyarakat tetap leluasa berbelanja tanpa mengganggu kenyamanan penonton.

“Harapannya untuk tahun ke depannya, untuk tempat UMKM-nya terutama, maksudnya kayak dibikin jalur khusus gitu loh. Jadi orang yang mau beli sama nonton itu bisa semua. Yang nonton bisa, jajan juga bisa gitu,” katanya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *