Jakarta,REDAKSI17.COM – Dihapuskannya kewajiban official training di stadion pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih di Super League 2026/27. Sejauh ini, setidaknya sudah ada dua pelatih yang menyampaikan keberatan terhadap aturan tersebut.
Official training (OT) merupakan sesi latihan resmi yang biasanya dilakukan tim pada H-1 pertandingan. Bagi tim tamu, agenda ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan familiarisasi dengan stadion dan kondisi lapangan yang akan digunakan dalam pertandingan.
Namun, tradisi tersebut tidak lagi menjadi kewajiban dalam Regulasi Super League 2026/27. Berdasarkan Pasal 35 tentang Familiarisasi Stadion, klub tamu hanya diperbolehkan melakukan familiarisasi di stadion pada H-1 pertandingan.
Familiarisasi dibatasi maksimal 30 menit. Klub juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas latihan, termasuk official training, serta hanya boleh menggunakan sepatu jogging. Aturan tersebut mendapat sorotan dari Pelatih Persita Carlos Pena. Ia menjadi salah satu pelatih yang mengeluhkan hilangnya kesempatan melakukan official training di stadion lawan.
Menurut Pena, tim tamu membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi dengan stadion. Apalagi, mencari lapangan latihan di Indonesia tidak selalu mudah.
“Dalam hal persiapan, saya ingin mengatakan bahwa saya tidak suka gagasan untuk tidak memiliki official training di stadion tandang. Karena menurut saya itu tidak baik bagi tim yang bermain tandang,” kata Pena saat memberikan keterangan pada, Jumat (4/9/2026), atau H-1 sebelum laga tandang kontra PSIM Yogyakarta.
“Ini tidak mudah di Indonesia untuk menemukan lapangan latihan. Jadi saya harap itu bisa diubah di minggu-minggu depan untuk membantu performa tim dan pemain,” ujarnya menambahkan.
Dengan tidak adanya kewajiban tuan rumah menyediakan stadion untuk official training, tim tamu kehilangan kesempatan berlatih sekaligus menjajal kondisi lapangan pertandingan. Padahal, familiarisasi dengan stadion selama ini menjadi bagian dari persiapan tim sebelum menjalani laga tandang.
Darije Kalezic Juga Keberatan
Hal serupa disampaikan Pelatih PSM Darije Kalezic. Menurutnya, latihan di stadion sehari sebelum pertandingan memiliki arti penting bagi tim yang akan bertanding. Kalezic bahkan menilai akan lebih baik jika klub tuan rumah tetap memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk berlatih di stadion.
“Jika Anda bertanya kepada saya apakah itu baik atau buruk, saya lebih suka memberikan keramahtamahan kepada klub tamu di stadion kami untuk berlatih. Dan bagi kami juga penting untuk berlatih di stadion malam sebelum pertandingan,” ujar Kalezic, dikutip dari detikJabar.
Bagi Kalezic, kesempatan berlatih di stadion pada malam sebelum pertandingan juga penting bagi timnya. Ia lebih memilih adanya official training ketimbang hanya melakukan familiarisasi tanpa latihan.
Isi Pasal 35 Regulasi Super League 2026/27
Aturan mengenai familiarisasi stadion tercantum dalam Pasal 35 Regulasi Super League 2026/27.
FAMILIARISASI STADION
1. Klub tamu diperbolehkan untuk melakukan Familiarisasi di Stadion venue Pertandingan pada H-1 Pertandingan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan lapangan. Waktu Familiarisasi tidak boleh berlangsung lebih dari 30 menit dan dapat dilakukan di waktu yang sama dengan waktu kick-off, status tim tamu mendapat prioritas dalam hal pemilihan waktu atau waktu lain yang disepakati.
2. Selama melakukan Familiarisasi Stadion, Klub tidak diperbolehkan melakukan aktivitas latihan, termasuk official training.
3. Klub hanya diizinkan melakukan Familiarisasi Stadion dengan menggunakan sepatu jogging (tidak diperbolehkan menggunakan sepatu bola).
4. Jika memungkinkan Klub Tuan Rumah dapat menyediakan Stadion untuk Familiarisasi sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Klub tamu. Klub tamu wajib menyampaikan jadwal Familiarisasi Stadion kepada Klub Tuan Rumah selambat-lambatnya H-2 pelaksanaan Familiarisasi tersebut.





