UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo kembali menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan Gerakan Yogyakarta Berhati Nyaman bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kota Yogyakarta. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Pagi Kerja Bakti yang digelar di Plaza Balaikota, Senin (20/4).
Apel tersebut menjadi titik awal kegiatan kerja bakti serentak yang akan menyasar 150 titik di 45 kelurahan, dengan total peserta mencapai 4.500 orang. Nantinya, setiap kegiatan diikuti sekitar 300 peserta yang dibagi dalam 10 kelompok, masing-masing terdiri dari 30 orang dan dipimpin oleh satu koordinator.
Kegiatan apel pada pagi hari ini turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Kemantren Tegalrejo, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora), BKPSDM, Dinas Pariwisata, BPKAD, serta UPT Puskesmas Tegalrejo.

Dalam arahannya, Hasto menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kebersihan kota melalui semangat gotong royong. “Gerakan ini harus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. Gotong royong dan bersih-bersih itu mutlak penting,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya persoalan kebersihan di sejumlah titik, seperti rumput liar di pinggir jalan dan daun kering yang belum tertangani optimal.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 600.11/889/SJ Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman Sehat Resik Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurut Hasto, dalam kondisi efisiensi anggaran, pendekatan padat karya berbasis gotong royong menjadi solusi efektif. “Ini bukan padat modal, tapi padat karya. Kita ingin membersihkan kota secara efisien, bahkan tanpa anggaran besar. Banyak orang terlibat, bekerja bersama-sama,” jelasnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan, kerja bakti akan rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi, mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. ASN akan dibagi ke dalam kelompok yang secara konsisten menangani titik yang sama setiap pekannya.
Hasto juga berencana mengadakan penilaian antar titik kerja bakti untuk mendorong semangat kompetisi positif. “Harapan saya nanti kita lombakan, mana yang paling bersih dan terbaik. Ini juga untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong,” tambahnya.
Pihaknya berharap, gerakan ini tidak hanya meningkatkan kebersihan kota, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kepedulian ASN terhadap lingkungan.



