GONDOKUSUMAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kreativitas bersinergi dan berkolaborasi dengan platform creative outsourcing and innovation hub Jogja Spark. Melalui Jogja Spark bisa menghubungkan potesi SDM kreatif di Yogyakarta di pasar nasional sampai global. Inisiatif Jogja Spark tidak hanya mewadahi para SDM kreatif tapi juga memperkuat Kota Yogyakarta sebagai pusat outsourcing kreatif dan inovasi berdaya saing global.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi dan mendukung kehadiran Jogja Spark yang diinisiasi Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta bekerja sama dengan IBR Media Komunikasi Kreatif. Menurutnya Yogyakarta adalah pusat SDM kreatif karena sebagai kota pendidikan, budaya, pariwisata dan kreatif. Di samping itu Kota Yogyakarta memiliki Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) yang menjadi tempat untuk orang-orang kreatif.
“Yang paling penting adalah bagaimana sumber daya manusia yang ada di Kota Yogyakarta ini bersinergi dengan Jogja Spark,” kata Wawan saat membuka preintroducing Jogja Spark di PDIN Yogyakarta, Rabu (29/4/2026).
Wawan menyatakan para mahasiswa dari berbagai akademisi dan insan kreatif lainnya yang diundang dalam kegiatan itu adalah calon talenta yang diharapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan Jogja Spark. Pihaknya mengingatkan tidak ada kesuksesan yang bisa diraih secara instan. Butuh kedisiplinan, ketekunan dan keyakinan serta meningkatkan kapasitas. Kehadiran Jogja Spark diharapkan berkelanjutan dan bisa membina, memotivasi dan mengembangkan potensi SDM di Kota Yogyakarta di pasar nasional dan global.
“Ini adalah suatu hub yang bisa meng-connecting-kan antara potensi yang ada di Kota Yogya dengan Jogja Spark sebagai agregatornya. Harapannya talenta-talenta di sini bisa memanfaatkan momentum ini, jadi supaya bisa ter-skil up potensi yang ada dan bisa disalurkan ataupun menjadi kerjasama dengan Jogja Spark untuk ditempatkan ke tempat yang lebih mendunia ke pasar global maupun nasional,” terangnya.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto menambahkan kegiatan pre introduction Jogja Sprak itu sebagai langkah awal untuk mengenalkan dan meningkatkan kesadaran di kalangan akademisi dan komunitas kreatif di Yogyakarta. Dia menilai selama ini kebanyakan mahasiswa Indonesia sudah memiliki kemampuan dan kreativitas tapi kurang berkompetisi di global dan tidak didukung sertifikasi karena terkadang belajar secara otodidak.
“Jogja Spark adalah sebuah platform kreatif yang akan mendidik talenta-talenta muda Kota Yogyakarta. Di Jogja Spark ini talenta-talenta muda dari perguruan tinggi, dari komunitas kreatif akan diinkubasi dan memperoleh sertifikasi keahlian. Setelah punya sertifikat mau diapain? Ini siap menjualnya. Artinya tidak sekadar mendidik sudah, tidak. Tapi nanti akan mengkomersialkan. inkubasi ini, tentu saja akan marketable,” jelas Tri Karyadi
Sedangkan Pendiri Jogja Spark Imat Badruddin menegaskan kegiatan ini preintroduction itu untuk memperkenalkan Jogja Spark kepada para talenta-talenta kreatif yang nantinya akan menjadi klien Jogja Spark. Dia menyampaikan Yogyakarta dipilih karena mempunya talenta dengan potensi bakat, kreativitas dan ide. Jogja Spark akan membantu mahasiswa, alumni, profesional dan bakat lokal untuk membangun kemampuan dan menyalurkan hingga pasar global. Dia mengaku sudah mempunyai jaringan di New York dengan berbagai perusahaan.
“Jogja spark adalah sebetulnya digital outsourcing hub. Pekerjaan apa yang bisa dilakukan, mulai dari hal dasar seperti data entry sampai mendesain, bisa website, coding, art development dan maintenance. Harapannya Jogja Spark bisa memberikan lapangan kerja yang lebih baik,” pungkas Imat.



