UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama BPJS Kesehatan berkomitmen untuk melakukan optimalisasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terutama dalam menyukseskan visi misi Hasta Jogja Mulia di bawah kepemimpinan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan yang berinti pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya menitikberatkan pada peningkatan derajat kesehatan.
Penjabat Sekda Pemkot Yogyakarta Dedi Budiono menegaskan Hasta Jogja Mulia sebetulnya adalah penjabaran langsung dari visi misi yang ingin dicapai Pemkot Yogyakarta di bawah kepemimpinan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan. Dedi mengatakan potensi utama Kota Yogyakarta adalah SDM karena tidak memiliki sumber daya alam. Oleh karena itu pembangunan di Kota Yogyakarta dimulai dan berakhir pada peningkatan SDM. Untuk meningkatkan kualitas SDM pintu masuknya adalah menjaga tingkat kesehatan masyarakat.
“Berkaitan dengan perluasan JKN ini sebagai salah satu langkah untuk menuju ke sana. Sebab JKN ini bagaimana upaya-upaya kita semua itu mampu menjamin kesehatan masyarakat dan menjadi bagian dari kualitas sumber daya manusia itu sendiri,” kata Dedi saat menjadi pembicara kunci giat optimalisasi kepesertaan JKN, di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya optimalisasi kepesertaan JKN tidak bisa semuanya hanya mengandalkan pemerintah. Para pemangku kepentingan terkait diharapkan bersama-sama berkontribusi mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran mengaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Jika ada sebagian orang masih berpikir tidak sakit sehingga tidak menjadi peserta BPJS kesehatan dinilai tidak tepat. Itu karena konsep JKN adalah gotong royong atau subsidi silang yang sehat membantu yang tidak sehat, yang mampu membantu yang tidak mampu.
“Ayo bareng-bareng bergotong royong. Meng-influence (mengajak) teman-teman, masyarakat sekitar kita punya kesadaran untuk bergotong royong. Jadi konsepnya adalah gotong royong untuk menjamin kesehatan masyarakat kita. Ini (pertemuan) adalah ruang bagi kita untuk melakukan seluruh daya upaya kita berkontribusi, memperbaiki keadaan (SDM). Salah satunya adalah mensosialisasikan, mendorong, mendampingi masyarakat ini agar terlibat aktif dalam kepesertaan JKN,” terangnya.
Sementara itu Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwanah menjelaskan kegiatan itu mempertimbangkan Universal Health Coverage (UHC) yakni sistem kesehatan di mana seluruh masyarakat memperoleh akses setara dalam pelayanan kesehatan dengan biaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Salah satu cakupannya setiap orang wajib ikut serta pada jaminan kesehatan. Pada tahun 2024, capaian UHC Kota Yogyakarta adalah 99,67 persen dengan keaktifan peserta sebesar 91,3 persen.
“Meskipun capaian kepesertaan JKN di Kota Yogyakarta telah menunjukkan perkembangannya positif, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian antara lain dinamika data kependudukan, kepesertaan nonaktif, perubahan status pekerjaan masyarakat, dan masih ada kelompok rentan belum memiliki jaminan kesehatan aktif. Kondisi ini memerlukan langkah strategis, kolaboratif, dan berkelanjutan antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, pemangku kepentingan, serta masyarakat,” jelas Lana.
Dia menyatakan kegiatan optimalisasi kepesertaan JKN dalam menyukseskan Hasta Jogja Mulia diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemkot Yogyakarta, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan stakeholder terkait dalam mendukung pencapaian UHC dan memberikan fasilitas koordinasi optimalisasi kepesertaan JKN. Selain itu meningkatkan pemahaman terkait percepatan aktivasi peserta nonaktif dan perluasan kepesertaan bagi masyarakat yang belum dilindungi JKN. Termasuk mewujudkan sistem perlindungan sosial kesehatan daerah yang lebih optimal sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan Hasta Jogja Mulia.
Sedangkan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Yogyakarta M. Idar Aries Munandar mengapresiasi atas dukungan Pemkot Yogyakarta untuk melakukan optimalisasi kepesertaan JKN dalam menyukseskan Hasta Cita Mulia. Dia menilai cakupan kepesertaan JKN di Kota Yogyakarta sudah sangat baik. Namun demikian masih terdapat sebagian peserta yang statusnya itu belum aktif maupun belum terdaftar.
“Hal paling penting saat ini bukan hanya terdaftar. Tapi yang paling penting juga adalah memastikan bahwa kepesertaan kita tetap aktif, sehingga ketika membutuhkan layanan kesehatan tidak mengalami kendala. Dengan terdaftarnya seluruh masyarakat dan terjaganya status kepesertaan yang aktif, kita berharap perlindungan kesehatan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat secara adil dan merata,” tandas Aries. (Tri)
