UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menjajaki kerjasama antardaerah melalui konsep bela beli produk yang difokuskan pada penguatan ketahanan pangan, khususnya pengiriman komoditas padi dari Kabupaten Ngawi ke Kota Yogyakarta. Langkah ini dinilai strategis sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan laju inflasi di Kota Yogyakarta.
Rencana kerja sama tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, di ruang kerjanya, Jumat (12/6).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan, Kota Yogyakarta memiliki keterbatasan lahan pertanian sehingga tidak memungkinkan untuk mengembangkan produksi padi dalam skala besar. Karena itu, kolaborasi dengan daerah penghasil pangan seperti Kabupaten Ngawi menjadi sangat penting guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga beras.
“Pagi ini kami kedatangan tamu yang luar biasa, Wakil Bupati Ngawi. Kami sedang menjajaki kerjasama Jogja–Ngawi dengan konsep bela beli. Kabupaten Ngawi memiliki produksi padi yang sangat besar, sehingga harapannya nanti padi dari Ngawi dapat masuk ke Yogyakarta. Sebaliknya, produk unggulan dari Yogyakarta seperti batik juga dapat dipasarkan di Ngawi. Inilah bentuk kolaborasi dan sinergi yang ingin kami bangun bersama,” jelas Wawan.
Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah dan pengendalian inflasi. Pasokan pangan yang terjaga diyakini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Selain sektor pangan, kedua daerah juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Bagaimana sinergi di sektor pariwisata juga bisa kita bangun. Misalnya wisata berbasis kampung yang sudah berkembang di Yogyakarta dapat menjadi referensi bagi Ngawi. Jadi banyak hal yang sedang kami jajaki, mulai dari pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan sektor pangan melalui komoditas padi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menuturkan Kabupaten Ngawi merupakan salah satu daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia, sehingga memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan pangan daerah lain.
“Ngawi terkenal dengan produktivitas padi yang cukup tinggi secara nasional. Ketika potensi ini disinergikan dengan daerah lain, tentu masing-masing daerah akan mendapatkan manfaat yang baik. Produk dari Ngawi bisa masuk ke Yogyakarta, dan sebaliknya produk unggulan dari Yogyakarta juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Ngawi,” ujarnya.
Menurutnya, kerjasama antardaerah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menekan inflasi. “Dampaknya salah satunya adalah menekan inflasi. Selain itu, kesinambungan berbagai program kerakyatan juga dapat terjalin dengan lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, selain menjalin kerjasama dengan Kota Yogyakarta, Pemkab Ngawi sebelumnya juga telah membangun kolaborasi dengan Kabupaten Sleman, terutama dalam bidang peningkatan kualitas SDM. Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi masuknya berbagai investasi dan industri ke Kabupaten Ngawi.
“Kami sedang menghadapi banyak investasi yang masuk ke Ngawi. Karena itu, kesiapan SDM menjadi hal yang sangat penting. Kami ingin masyarakat Ngawi tidak hanya menjadi operator, tetapi juga memiliki kemampuan yang lebih tinggi sehingga mampu berperan lebih besar dalam dunia industri,” ujarnya.

Lebih lanjut, kedua pemerintah daerah juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang wisata sejarah. Kabupaten Ngawi dan Yogyakarta memiliki keterkaitan historis yang erat sejak masa Kerajaan Mataram, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi paket kolaborasi wisata berbasis sejarah dan budaya.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Ngawi berharap dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.