Beranda / Nasional Dan Internasional / Perang Iran Belum Tamat, Trump Malah Bilang Akan Mengulanginya Lagi

Perang Iran Belum Tamat, Trump Malah Bilang Akan Mengulanginya Lagi

Presiden AS, Donald Trump.

 

JAKARTA,REDAKSI17.COM — Donald Trump tidak sedang mencari pintu keluar dari perang Iran. Presiden Amerika Serikat itu justru mengatakan dirinya tidak menyesali keputusan memulai perang tersebut. Jika waktu diputar kembali, Trump mengaku akan mengambil keputusan serupa.

Sikap itu disampaikan Trump dalam wawancara bersama Fox News. Ia ditanya soal kemungkinan perang Iran memukul posisi politiknya menjelang pemilu sela November. Trump menolak menjadikan kata penyesalan sebagai bagian dari evaluasi keputusannya.

“Saya tidak percaya pada kata ‘penyesalan’. Anda mungkin sesekali mempertanyakan diri sendiri,” kata Trump kepada Laura Ingraham. Wawancara tersebut ditayangkan dalam program The Ingraham Angle pada Kamis, 10 September.

Trump kemudian memberikan jawaban lebih tegas. Ia mengatakan keputusan perang akan kembali diambil jika dirinya menghadapi situasi serupa. Sikap itu memperlihatkan keyakinannya masih kuat meski konflik memasuki bulan ketujuh.

“Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan hal yang persis sama,” ujar Trump. Baginya, alasan utama tetap berkaitan dengan kemampuan Iran mengembangkan senjata nuklir.

Trump juga menolak anggapan pendukungnya mulai kehilangan semangat akibat perang berkepanjangan. Menurut dia, basis pendukungnya justru bangga karena pemerintah AS mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

“Saya rasa mereka sangat bangga atas fakta bahwa saya tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata Trump. Kalimat itu menjadi pembelaan politiknya ketika perang mulai bersinggungan dengan persoalan ekonomi domestik.

Konflik yang dimulai pada akhir Februari itu telah menelan korban dari pihak Amerika Serikat. Sedikitnya 18 personel militer AS tewas akibat serangan balasan Iran di kawasan Timur Tengah.

Masalah lain muncul dari harga energi. Perang membuat harga minyak dan bahan bakar menjadi persoalan politik serius bagi Partai Republik. Pemilu sela pada November berpotensi menjadi ujian bagi pemerintahan Trump.

Data American Automobile Association menunjukkan harga bensin rata-rata mencapai US$4,22 per galon pada 9 September. Angka itu naik dari US$4,01 sebulan sebelumnya. Setahun lalu, harga rata-ratanya masih berada di kisaran US$3,19 per galon.

Di tengah tekanan tersebut, Trump memberikan sinyal berbeda mengenai akhir perang. Dalam wawancara dengan NewsNation, ia mengatakan konflik masih mungkin selesai sebelum pemilu sela pada 3 November.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *