Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Dalam rangka memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 Tahun Jawa, Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta akan menggelar serangkaian kegiatan seni, budaya, pendidikan, hingga tradisi adat. Mengusung tema ‘Budyawicitra Nayènggita’, rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai September hingga November 2026.
Tema ‘Budyawicitra Nayènggita’ sendiri memiliki arti penghargaan terhadap keberagaman merupakan cermin keluhuran budi. Koordinator Bidang Lomba Kadipaten Pakualaman, Mas Bekel Setyoreksoko saat jumpa pers pada Jumat (21/08) menjelaskan, tema ini memuat pesan filosofis mendalam tentang pentingnya menghargai keberagaman sebagai tolok ukur keluhuran budi pekerti manusia.
“Tema ini memiliki makna filosofis yang mendalam, di mana budi berarti budi pekerti, wicitra berarti aneka warna nan indah, naya berarti kebijaksanaan, dan ingita berarti tingkah laku. Tema ini kemudian diejawantahkan melalui sembilan kategori perlombaan yang tersebar di Pura Pakualaman, Pendopo Kepatihan Pakualaman, dan Lapangan Kopertis,” paparnya di Kadipaten Pakualaman.
Sementara itu, Pelindung Acara Hadeging Kadipaten Pakualaman, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Indrokusumo mengatakan, peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman tahun ini akan diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat umum, pelajar, hingga abdi dalem. Beberapa agenda menarik yang akan digelar di antaranya Lomba Mewarnai Motif Batik Pakualaman, Festival Langen Siwi, Lomba Tari Klasik Gagrag Pakualaman, hingga Sayembara Jemparingan Mataraman Pelajar.
“Kami akan melaksanakan berbagai kegiatan kali ini seperti perlombaan, upacara adat dan pengajian hingga ziarah. Dan kami berharap rangkaian kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Jawa, dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas positif,” ungkapnya.
Bidang Adat Kadipaten Pakualaman, Nyi Mas Lurah Handayaningsih mengatakan, agenda kegiatan yang telah disiapkan tetap mengedepankan nilai-nilai tradisi yang diwariskan Kadipaten Pakualaman. Puncak peringatan sendiri akan berlangsung pada 21-23 November 2026 dengan sejumlah prosesi adat dan keagamaan.
“Ada berbagai acara adat yang kami laksanakan baik itu untuk abdi dalem maupun umum. Upacara Adat Bucalan dan Wilujengan, serta Tasyakuran Pengajian menjadi pembuka rangkaian puncak pada Sabtu, 21 November 2026. Selanjutnya Minggu, 22 November 2026, digelar Sema’an Al-Quran di Masjid Besar Pakualaman dan Pagelaran Sendratari Ramayana di Pura Pakualaman,” ungkapnya.
HUMAS DIY




