Pigai meminta agar Budi Arie tidak mengganggu jalannya roda pemerintahan yang sah saat ini, dan menyarankan agar pertarungan politik difokuskan secara elegan pada Pemilu 2029 mendatang.
Dalam tanggapannya, Natalius Pigai mengingatkan Budi Arie pada sebuah momen personal di masa lalu, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pembela kemanusiaan dan pejuang demokrasi.
“Ingat Mas Budi Arie. Ingat saya. Saat kita duduk waktu perkawinan anak seorang menteri, semua menteri menjauh darimu. Saya Natalius memutuskan duduk di sampingmu. Saya rasakan perasaanmu nelangsa,” ungkap Pigai.
“Kalau mau bertarung nanti kita bertarung fair. Anda sering menang pemilu, kami sering kalah pemilu. Tapi tidak masalah. Kami juga petarung. Siapkan saja 2029 kita akan bertarung fair. Siapapun menang bagi kami hilang kekuasaan itu biasa. Tetapi kami adalah pejuang demokrasi dan jangan ganggu pemerintah sebelum 2029,” kata Pigai.
Sebelumnya, Budi Arie Setiadi melempar wacana di hadapan forum relawan tentang kemungkinan terjadinya pergeseran peta politik nasional sebelum jadwal resmi Pemilu 2029. Ia mengaku telah membisikkan firasatnya tersebut langsung kepada Presiden Joko Widodo.
“Saya sudah bisik ke Pak Jokowi. ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?” ujar Budi Arie yang langsung dijawab “siap” oleh para peserta forum.
Ketum Projo tersebut mengaitkan prediksinya dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini. Ia bahkan menyamakan anomali sosial yang sedang terjadi dengan situasi panas menjelang reformasi.
“Ini ada anomali di masyarakat saat ini. Ini ada demo Pati, Madura ikut demo tandingan. Ah ini sudah kayak Pam Swakarsa ’98 nih. Pasti kalah yang preman,” tutup Budi Arie memberikan pandangannya.





