JAKARTA,REDAKSI17.COM – Lahirnya kampus Ocean Institute of Indonesia (OII) menjadi babak baru bagi pendidikan kelautan perikanan nasional. Gabungan dari beberapa politeknik kelautan perikanan ini memberikan rasa optimisme yang tinggi akan lahirnya ahli dan pakar kelautan perikanan berkelas nasional dan bahkan dunia.
Riset serta budaya akademik akan melahirkan berbagai temuan sekaligus perkembangan teknologi bagi kepentingan optimalisasi sektor kelautan perikanan untuk hadirkan Ekonomi Biru yang menjadi alternatif kebangkitan ekonomi nasional.
“Saya apresiasi dan ucapkan selamat lahirnya kampus baru dengan spirit kelautan perikanan berkelas dunia untuk wujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, salah satu syaratnya adalah lahirnya sumber daya unggul yang mampu bersaing di kelas global,” papar Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI dapil 7 Jatim.
Sumber daya manusia sektor kelautan saat ini masih jauh dari harapan. Para nelayan hampir 80% adalah lulusan SD-SMP dan hanya 1% saja keluarga nelayan memiliki pendidikan tinggi alias sarjana. Potensi kelautan perikanan masih jauh dari kata optimal untuk menyumbang kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.
“Lahirnya OII akan menjadi harapan baru dan tumpuan bagi keluarga nelayan untuk menjadikan putra putri mereka mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas. Anak-anak nelayan kecil dan tradisional harus mendapatkan porsi yang utama dalam penerimaan mahasiswanya,” tambahnya.
Persaingan dunia usaha sektor kelautan perikanan semakin keras, bahkan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia saat ini belum mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memberikan kontribusi nyata bagi negara. Keterbukaan sumber daya manusia dan teknologi membuat ZEE Indonesia sering dijadikan medan tempur illegal fishing bagi kapal-kapal asing dengan GT di atas 150 sampai 500.
“Kampus Ocean Institute of Indonesia harus bisa menjawab tantangan sektor budidaya, tangkap dan teknologi pengolahan industri. Harus menjadi “Kampus Nelayan Indonesia” yang akan bersaing dengan kampus negeri dan level dunia sebagai center of excelent di sektor ilmu kelauatan perikanan,” ujar Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan tersebut.
Lahirnya kampus ini tidak lepas dari dorongan Komisi IV agar melahirkan sumber daya manusia unggulan di bidang kelautan perikanan. Model beasiswa bagi mahasiswa membuat peminat semakin bertambah.
“Beasiswa bagi mahasiswa kampus akan semakin mempercepat transformasi pendidikan yang semakin berkualitas. Anak-anak nelayan akan menjadi nelayan “berdasi” yang pergi ke laut bukan mencari ikan, tetapi menangkap ikan dengan teknologi yang semakin bagus dan hasilnya melimpah,” tutup Riyono Caping.



