Kulon Progo ,REDAKSI17.COM – Kepolisian Resor Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan kegiatan penanaman jagung bersama kelompok tani di Kalurahan Karangwuni dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional serta memperkuat kesejahteraan petani.
Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat di Kulon Progo, Rabu, mengatakan penanaman jagung dilakukan secara simbolis di lahan seluas kurang lebih 7.000 meter persegi dengan estimasi hasil panen sekitar 4 hingga 5 kuintal.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program Asta Cita pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional,” kata AKBP Ridho.
Ia mengatakan bahwa Polres Kulon Progo terus berkomitmen mendukung penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, melalui sinergi lintas sektor.
“Kami melaksanakan penanaman jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah di bidang ketahanan pangan,” katanya.
AKBP Ridho mengatakan lahan jagung binaan saat ini seluas sekitar 3 hektare dengan estimasi hasil lebih dari 15 ton, meskipun belum maksimal karena sebagian petani masih menanam padi.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan yang lebih luas guna mendukung produktivitas pertanian masyarakat pada tahun 2026.
“Kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui komoditas jagung dengan menggandeng pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya melalui pendampingan serta langkah-langkah strategis. Pada tahun 2026 ini, kami telah menyiapkan lahan untuk penanaman jagung bersama kelompok tani,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Kulon Progo Kompol Taufik Anwar Hidayat menyampaikan bahwa keberadaan gudang ketahanan pangan yang disiapkan Polri di berbagai wilayah Indonesia menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas hasil pertanian dan mendukung perekonomian masyarakat.
Keberadaan gudang ketahanan pangan sangat membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen serta mengurangi potensi kerugian pascapanen akibat keterbatasan tempat penyimpanan.
“Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, hasil panen tidak harus langsung dijual saat harga rendah sehingga stabilitas harga di tingkat petani dapat lebih terjaga,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan terkait akan semakin memperkuat distribusi pangan serta ketahanan ekonomi daerah.
“Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, Polri, dinas pertanian, dan kelompok tani, distribusi pangan akan semakin lancar dan ketersediaan pangan masyarakat tetap terjaga. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi daerah karena petani memperoleh kepastian dalam pengelolaan hasil panennya,” kata Kompol Taufik.
Selain kegiatan penanaman jagung, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bantuan bibit jagung kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap optimalisasi masa tanam ketiga pada periode Agustus hingga Desember 2026.
Program tersebut juga sejalan dengan pengaturan masa tanam di Kabupaten Kulon Progo, di mana masa tanam ketiga diarahkan untuk komoditas hortikultura dan palawija, termasuk jagung, guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
“Kami berharap upaya yang dilakukan Polres Kulon Progo bersama seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kulon Progo sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.




