MAKASSAR,REDAKSI17.COM — Pengurus DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan (Sulsel) memasang target tinggi menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. Partai berlambang Ka’bah itu menargetkan dapat menguasai unsur pimpinan DPRD di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
Target tersebut disampaikan Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi. DPW PPP Sulsel sebelumnya telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) jabatan ketua dan sekretaris untuk 13 DPC PPP kabupaten/kota di Sulsel pada Jumat (7/8/2026).
Penyerahan SK tersebut belum mencakup delapan daerah, yakni Gowa, Makassar, Sinjai, Pinrang, Palopo, Bone, Luwu, dan Enrekang.
“Kenapa kita simpan delapan DPC ini? Karena delapan ini berpotensi menjadi faktor X-nya PPP. Ada hal-hal menarik, jadi kita persiapkan, kita tahan. Mungkin dalam waktu dekat baru kita spill. Jadi, kita mempersiapkan kombinasi terbaik ketua dan sekretaris dari delapan DPC itu,” kata Ilham, Senin (10/8/2026).
Terkait target politik pada Pileg 2029, Ilham mengatakan PPP Sulsel untuk tingkat DPRD Sulsel kini tidak lagi sekadar mempertahankan kursi pimpinan yang telah diraih. Menurutnya, capaian tersebut justru harus diperluas hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Kalau PPP masalah target itu kita sudah lewat di periode sebelumnya. Jadi masalah pimpinan itu kita sudah raih. Jadi kayaknya kita sudah terlambat sekali PPP kalau mau lagi target mempertahankan kursi. Jadi biarlah partai-partai lain itu menargetkan pimpinan, targetnya PPP sudah di atasnya lagi,” ujar Ilham.
Pada Pileg 2024, PPP berhasil mencatat sejarah di DPRD Sulsel. Untuk pertama kalinya sejak era reformasi, PPP berhasil meraih kursi pimpinan DPRD Sulsel.
Saat ini, PPP memiliki delapan kursi di DPRD Sulsel dan mendapatkan posisi Wakil Ketua III.
“Ya, bukan Ketua DPRD Provinsi, ya. Jadi kita memperkuat di kabupaten/kota. Karena di provinsi kita sudah dapat kursi pimpinan, masa kita pakai target itu lagi. Sekarang kami ingin agar PPP bisa meraih kursi pimpinan di DPRD daerah,” ungkap Ilham, yang merupakan mantan calon Wakil Wali Kota Makassar pada Pilkada Serentak 2024.
Saat ini, terdapat sedikitnya lima daerah di Sulsel yang unsur pimpinan DPRD-nya juga diisi kader PPP, yakni Gowa, Takalar, Bantaeng, Bone, dan Luwu.
Untuk mengejar target tersebut, Ilham meminta ketua dan sekretaris DPC yang telah menerima SK segera membentuk struktur kepengurusan hingga tingkat ranting.
“Alhamdulillah kapasitas kader dari PAC sampai ke ranting itu sudah sangat bagus. Namun, tetap kami menuntut kader-kader yang kurang maksimal itu harus segera diganti. Karena tantangan kita, PPP, pemilu nanti itu harus verifikasi faktual,” tegas Ilham.
Target Pilkada
Selain itu, DPW PPP Sulsel juga serius mempersiapkan kader untuk maju pada kontestasi pilkada mendatang. Sedikitnya, terdapat delapan daerah yang menjadi target partai berlambang Kakbah tersebut.
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi, mengatakan persiapan pencalonan kader sejak dini penting untuk memberikan efek elektoral positif bagi partai.
Meski belum mengungkap seluruh daerah yang menjadi incaran, Ilham menyebut beberapa wilayah yang tengah dikaji, di antaranya Makassar, Gowa, Parepare, dan Pinrang.
“Itu saja dulu. Tidak perlu diungkap semuanya. Yang pasti, setelah kita kalkulasi, insya Allah ada setidaknya delapan daerah yang akan kita dorong kader maju pada kontestasi pilkada mendatang,” ungkap Ilham, Senin (10/8/2026).
Ilham mengatakan, keputusan mendorong kader maju sebagai calon kepala daerah tidak semata-mata untuk meningkatkan target politik partai. Menurutnya, PPP juga perlu memiliki kader yang mampu menduduki posisi kepala daerah, tidak hanya menjadi anggota legislatif.
“Jadi ini juga menjadi motivasi dan semangat untuk kader. PPP pada periode sebelumnya kan hanya menargetkan satu daerah untuk maju di pilkada, sekarang kita naikkan menjadi delapan daerah. Karena kami juga sampaikan bahwa salah satu keberhasilan kader adalah ketika berhasil duduk menjadi kepala daerah,” ungkapnya.
Terkait figur yang akan diusung, Ilham mengaku belum mengantongi nama-nama kader yang akan diprioritaskan. Saat ini, seluruh kader di delapan daerah tersebut diminta mulai gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Langkah itu berlaku bagi kader yang berstatus anggota legislatif maupun nonlegislatif.
“Tentu kita seleksi. Biarkan berjalan dulu. Kita minta kader-kader PPP untuk turun ke masyarakat, mengampanyekan PPP dan dirinya. Kalau telah memasuki tahapannya, tentu kita akan menyeleksi sesuai dengan ketentuan partai,” kata Ilham.
Ilham juga menegaskan bahwa kader yang didorong maju dalam pilkada tidak harus menempati posisi calon bupati atau calon wali kota. Mereka terbuka untuk maju sebagai calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah.
“Bisa maju sebagai 01 atau 02, yang jelas maju pilkada,” tegasnya.
Seperti diketahui, pada Pilkada Serentak 2024, Ilham Ari Fauzi maju sebagai calon wakil wali kota Makassar berpasangan dengan Indira Yusuf Ismail.
Pasangan yang mengusung tagline INIMI tersebut hanya mampu menempati posisi ketiga dari empat pasangan calon. Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali maju pada Pilkada Makassar mendatang, Ilham memberikan jawaban diplomatis.
“Insya Allah. Bergantung arahan partai nanti,” tutur Ilham.
Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Sulsel, Nursyam Amin, secara tegas menyatakan bahwa kader PPP menginginkan Ilham kembali maju pada Pilkada Makassar mendatang. Petapolitik
“Kita pasti akan dorong Pak Ketua. Apakah calon wali kota atau calon wakil wali kota, kita akan lihat ke depan,” kata Nursyam.
Nursyam menjelaskan, PPP Sulsel menyiapkan pencalonan kader sejak dini karena kontestasi pilkada dinilai memiliki efek elektoral yang besar bagi partai.
Menurutnya, sejumlah partai politik telah membuktikan bahwa pencalonan kader dalam pilkada dapat berdampak terhadap perolehan kursi legislatif di daerah.
“Kenapa? Karena efek elektoralnya itu besar. Kita bisa melihat beberapa daerah yang mengusung kadernya maju di pilkada, itu berdampak ke raihan kursi DPRD partai itu di daerah tersebut,” jelas Nursyam.
Selain itu, kata Nursyam, langkah tersebut menjadi momentum bagi PPP untuk menunjukkan kiprah politik sekaligus memperkenalkan kader-kader potensial kepada masyarakat.
Selama ini, kader PPP yang diusung untuk maju dalam pilkada dinilai masih relatif sedikit.
“Dengan mengusung kader maju di pilkada, ini juga akan menunjukkan kepada masyarakat kalau PPP itu punya figur yang kompeten untuk menjadi pemimpin di suatu daerah, bukan hanya menjadi anggota legislatif atau wakil rakyat,” ungkapnya.




