JAKARTA,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sekitar 250 perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan anggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6).
Prabowo mengatakan jumlah BUMN yang terlalu banyak menyebabkan tingginya biaya operasional, terutama untuk membiayai jajaran direksi dan komisaris pada perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan.
“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa? Gajinya kayak apa? Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” ujar Prabowo, dalam keterangan resmi di laman Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Minggu (28/6).
Menurutnya, dari lebih dari 1.000 entitas BUMN yang ada, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan.
Ke depan, jumlah tersebut akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 250 BUMN yang dinilai sehat, efisien, dan memiliki kinerja baik.
“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah. Bagaimana Pak Dony, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250,” katanya.
Prabowo menegaskan proses penataan BUMN harus segera diselesaikan.
Ia meminta seluruh tahapan restrukturisasi dapat dirampungkan pada tahun ini agar dalam dua tahun mendatang BUMN memiliki tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
“Kita mau sekarang rasional, efisien. Dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan, saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Meski demikian, Presiden mengapresiasi kinerja BUMN yang menurutnya mulai menunjukkan perbaikan dalam satu tahun terakhir.
“Terima kasih, satu tahun ini sudah mulai ada laba,” ucapnya.
Prabowo juga mendukung usulan agar sebagian laba BUMN dialokasikan untuk pendanaan riset, inovasi, serta penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi di berbagai daerah.
“Tadi juga usul, biaya riset diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset. Dan untuk riset, inovasi, ini bagus, usul. Kemudian usul-usul lain tentang kerja sama dengan institusi luar negeri yang melibatkan kampus-kampus universitas di semua bidang dan di semua daerah saya kira ini benar. Nanti kita akan ke arah situ semua,” pungkas Prabowo.





