Beranda / Nasional Dan Internasional / Presiden Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

Presiden Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

 

Jakarta,REDAKSI17.COM : Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah gambut. Badan baru tersebut akan berada langsung di bawah Presiden.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pembentukan BPGMN diputuskan setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo dan sejumlah akademisi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

“Pak Presiden sudah mengambil keputusan akan mendirikan satu badan yang disebut sebagai Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional atau disingkat dengan BPGMN,” kata Raja Juli dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat 25 September 2026.

Raja Juli mengatakan badan tersebut akan berfokus pada upaya pencegahan karena dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

“Tujuannya adalah melakukan pencegahan ya, karena semua sadar bahwa pencegahan adalah jauh lebih penting, lebih efektif dan lebih efisien ketimbang tindakan-tindakan yang bersifat reaktif,” ujarnya.

BPGMN nantinya berada langsung di bawah Presiden dan akan diperkuat dengan dukungan ilmuwan serta profesional. Pemerintah juga menyiapkan anggaran yang memadai untuk mendukung upaya pencegahan karhutla.

Raja Juli menyebut pembentukan badan tersebut sekaligus menunjukkan keterbukaan Presiden Prabowo dalam menerima masukan, evaluasi, hingga kritik dari para ilmuwan.

“Ini adalah satu inisiatif yang baik dan ini sekaligus menunjukkan keterbukaan Bapak Presiden menerima masukan, evaluasi, bahkan kritik dari para ilmuwan,” katanya.

Pemerintah juga mendorong pencegahan karhutla berbasis desa dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan gambut. Pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi menjadi bagian penting dalam pencegahan kebakaran.

Selain pencegahan, penguatan deteksi dini titik panas juga menjadi bagian dari dukungan terhadap BPGMN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan membantu pengembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengantisipasi kebakaran lebih dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *