Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gema takbir menggema dari Alun-alun Sewandanan, Pura Pakualaman, Rabu (27/05) pagi, mengiringi umat Muslim yang khusyuk menunaikan Salat Iduladha 1447 H/2026 M. Di tengah suasana penuh syukur dan kebersamaan itu, BPH Kusumo Bimantoro mengajak masyarakat menjadikan Iduladha bukan sekadar perayaan kurban, melainkan momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berkorban demi kemaslahatan sesama.
Pelaksanaan Salat Iduladha yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Para jamaah dari berbagai kalangan memadati kawasan Kagungan Dalem Sewandanan sejak pagi hari untuk mengikuti ibadah yang menjadi tradisi spiritual masyarakat Pakualaman tersebut.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, BPH Kusumo Bimantoro menyampaikan khutbah yang sarat pesan moral dan nilai kemanusiaan. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan kembali kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan agung tentang ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah SWT..
“Iduladha mengajarkan bahwa pengorbanan bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana manusia mampu menundukkan ego, mengurangi kecintaan terhadap dunia, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujar BPH Kusumo Bimantoro.
Menurutnya, ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang sangat kuat karena menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi, lanjutnya, tidak boleh berhenti hanya pada momentum Hari Raya Iduladha, tetapi harus terus hidup dalam keseharian.
Ia menegaskan, bentuk pengorbanan di era modern dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap keluarga, membantu masyarakat yang kesulitan, meluangkan waktu untuk sesama, hingga menjaga persaudaraan di tengah kehidupan yang semakin kompleks. “Hari ini kita belajar bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang rela memberi, bukan hanya menerima. Jadikan hidup kita penuh manfaat bagi keluarga, tetangga, masyarakat, dan agama,” tuturnya.
Dalam khutbahnya, BPH Kusumo Bimantoro juga mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat ketakwaan. Tantangan kehidupan modern, menurutnya, kerap menghadirkan ujian berupa ego, kesombongan, dan sikap individualistis yang perlu dikendalikan dengan nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian sosial.
BPH Kusumo Bimantoro berharap semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Dengan semangat saling peduli dan saling menguatkan, masyarakat diyakini mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh kebermanfaatan.
Pelaksanaan Salat Iduladha di Pura Pakualaman tahun ini diselenggarakan secara resmi oleh Masjid Besar Pakualaman dan kembali menjadi momentum yang mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai religius dan kemanusiaan di tengah masyarakat DIY.
Humas Pemda DIY





