Ratu Tisha Destria dalam pemaparannya di PBB. (Foto: Grha Gemah Nusa)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Ketua Umum PSSI dan Founder Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria, menyambangi Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Agendanya membawa kampanye kesehatan mental.
Tisah menyambangi markas PBB di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat atau Sabtu (18/7/2026) pagi WIB. Forum internasional One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health and Well-being itu diselenggarakan United Nations Youth Office.
Ratu Tisha menjelaskan bahwa Indonesia memulai gerakan tersebut dengan sebuah pertanyaan sederhana, yakni di mana masyarakat merasa paling aman untuk mengekspresikan diri. Jawaban yang ditemukan adalah lapangan sepakbola.
Dia merasa dari ruang itulah lahir model Indonesia dalam mengampanyekan kesehatan mental yang bertumpu pada tiga pilar, yakni pendidikan tinggi, riset akademik, serta keterlibatan komunitas mahasiswa dalam sebuah gerakan jangka panjang.
“Di Indonesia, ketika kami memulai inisiatif ini, kami bertanya di mana masyarakat sudah merasa aman untuk mengekspresikan diri. Jawabannya kami temukan di lapangan sepak bola,” kata Ratu Tisha dalam keterangan persnya.
Tisha juga memperkenalkan Liga Universitas Coca-Cola, program yang menggabungkan kompetisi sepakbola antarmahasiswa dengan penelitian akademik serta kampanye kesehatan mental. Melalui program tersebut, setiap pertandingan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk menghasilkan riset berbasis ilmu olahraga sekaligus mendorong mahasiswa lebih terbuka dalam mencari bantuan terkait persoalan kesehatan mental.
Ratu Tisha menjelaskan, berbagai inisiatif seperti Mind Corners, kampanye Play for Peace, hingga intervensi fisik dan psikologis berbasis sepakbola telah diintegrasikan langsung ke dalam penyelenggaraan pertandingan.
“Setiap pertandingan menjadi kesempatan bukan hanya untuk melakukan penelitian mengenai kesehatan mental, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berani mencari bantuan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh program tersebut dijalankan dengan semangat “Beyond the Game, Into the Community”, sebuah visi yang menempatkan sepak bola sebagai instrumen perubahan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Tisha juga menyampaikan bahwa Liga Universitas Coca-Cola merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Republik Indonesia, United Nations di Indonesia, serta sektor swasta. Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa isu kesehatan mental dapat didorong melalui kerja sama lintas sektor dengan sepak bola sebagai jembatan yang menyatukan berbagai pihak.
“Dengan penuh kebanggaan dan rasa cinta, saya mempersembahkan kepada dunia Liga Universitas Coca-Cola,” tutup Ratu Tisha.





