Beranda / Olahraga / Saat 2 Legenda Timnas Jepang ‘Gembleng’ Pesepakbola Muda Putri Indonesia

Saat 2 Legenda Timnas Jepang ‘Gembleng’ Pesepakbola Muda Putri Indonesia

Foto: Istimewa

Jakarta,REDAKSI17.COM – Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, dua legenda Timnas Putri Jepang, menggembleng pesepakbola muda Indonesia. Teknik dasar hingga simulasi pertandingan diajarkan.
Momen itu terlihat dalam ajang MilkLife Soccer Challenge with Pokemon. Ajang kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan The Pokemon Company itu menggelar coaching clinic di Lapangan KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/9).

Sesi latihan itu, yang termasuk dalam rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 musim 2026 – 2027, diikuti 74 pesepakbola putri berusia 10 sampai 13 tahun dari Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Mereka digembleng langsung Iwabuchi dan Miyama, yang pernah juara Piala Dunia Wanita 2011 dan medali perak di Olimpiade 2012 itu.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan coaching clinic bersama Pokemon menjadi ikhtiar dalam keberlanjutan program pengembangan pesepakbola putri usia dini di Tanah Air. Kedatangan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi menjadi contoh keseriusannya.

“Kami menghadirkan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai role model. Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata bahwa dari kegiatan sepakbola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa. Aya dan Mana membuktikan bahwa sepakbola yang mereka tekuni sejak kecil, jika dijalani secara konsisten akan memetik hasil luar biasa seperti mendapatkan medali Olimpiade dan Juara Piala Dunia Wanita FIFA,” kata Teddy.

Iwabuchi dan Miyama juga tak pelit menularkan ilmu sepakbolanya kepada anak-anak Indonesia, bahkan hingga ke level dasar seperti teknik passing, drill, ball touch, juggling, dan banyak hal. Keduanya ingin melihat Indonesia juga bisa menelurkan bakat dan prestasi.

“Saya sejak kecil setiap hari memegang bola. Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang. Maka saya kira peserta di sini pun jika main bola setiap hari, pegang bola setiap hari, mereka juga bisa akan menjadi seperti saya,” kata Iwabuchi, yang juga pernah membela Arsenal tersebut.

“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya. Maka dari itu, menurut saya lingkungan juga penting untuk bisa mendukung mereka berkembang jadi pesepakbola putri di Indonesia. Dan dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya. Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” imbuh Miyama, yang pernah hat-trick jadi pemain terbaik Asia.

Zivanna Talitha Istiana, salah satu peserta, mengaku sangat termotivasi usai ikut coaching clinic ini. Ia bertekad untuk jadi bagian dari kesuksesan timnas sepakbola putri Indonesia di masa depan.

“Mereka (Mana Iwabuchi dan Aya Miyama) passing sama shoot-nya bagus, terus control master-nya bagus banget. Mereka juga meminta kami untuk jangan mudah menyerah dan terus bersemangat jika mau menjadi pemain sepak bola profesional. Pengalaman ini makin menambah semangat saya untuk terus disiplin berlatih agar cita-cita saya menjadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia bisa terwujud,” kata siswi SDN Cilangkap 01 Pagi itu.

Terkait keterlibatan Pokemon, menghadirkan ruang olahraga yang menyenangkan dan inklusif bagi para peserta adalah tujuannya. Anak-anak Indonesia dirasa beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini.

“Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk bisa bermain bersama dan belajar dengan Miyama dan juga Iwabuchi. Keduanya sudah mencapai puncak dunia sebagai pesepakbola dan punya skill yang luar biasa sebagai pemain. Lebih dari itu, sebagai manusia, mereka adalah sosok yang baik, yang sangat hangat dan ramah. Dan saya sangat berharap bisa melihat kalian semua (peserta extra training) tampil dan berprestasi di panggung dunia,” kata Corporate Officer The Pokemon Company, Susumu Fukunaga.

“Terima kasih untuk tamu-tamu dan adik-adik yang sudah hadir, khususnya dari Jepang yaitu Fukunaga-san, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama. Terima kasih datang ke Jakarta. Terima kasih juga untuk Pokemon Company dan Pikachu, terima kasih sudah mendukung program MilkLife Soccer Challenge. Semoga kita semua bisa tumbuh dan makin sukses bersama, dan MLSC ini akan makin populer bersama Pikachu,” kata President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *