Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengatakan sedikitnya 517 orang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 35 korban luka merupakan perempuan dan 19 lainnya adalah anak-anak.
Ia menambahkan sebanyak 28 tindakan operasi telah dilakukan terhadap para korban luka. Sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Sebanyak 468 korban luka dilaporkan sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan. Sementara itu, sekitar 32 pasien masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir. Konflik dipicu memanasnya perselisihan terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam beberapa hari terakhir, militer AS menggempur sejumlah target di daratan maupun wilayah pesisir Iran. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan Teluk.
Meningkatnya eskalasi tersebut juga mengakhiri nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Pakistan dan ditandatangani kedua negara pada Juni 2026.





