Home / Daerah / STIA AAN Yogyakarta Didorong Perkuat Kurikulum dan Kompetensi Digital

STIA AAN Yogyakarta Didorong Perkuat Kurikulum dan Kompetensi Digital

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) AAN Yogyakarta akan memasuki usia ke-47 pada bulan Juni 2026 mendatang. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pun berpesan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman serta pemanfaatan teknologi digital dapat dioptimalkan dalam mendorong kemajuan sekolah tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Pesan tersebut disampaikan Sri Paduka saat menerima silaturahmi Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto beserta jajaran pada Selasa (28/04), di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Sri Paduka menuturkan, menghadapi perkembangan zaman saat ini, perubahan bagi lembaga pendidikan merupakan keniscayaan.

“Sekarang kan nilai-nilai administrasi sudah bergeser walaupun maruahnya tetap sama. Di era sekarang ini kan berkembang, tidak lagi analog tetapi sudah digital. Artinya, harus ada penyesuaian terkait dengan kurikulum. Menurut saya, STIA AAN Yogyakarta ini juga ikut menyesuaikan supaya bisa berdaya saing,” tutur Sri Paduka.

Dikatakan Sri Paduka, kurikulum dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan memahami terlebih dahulu perubahan zaman saat ini. Dengan demikian, program yang dilahirkan dapat lebih menarik, kekinian berbasis kebutuhan zaman, dan menjadi kekhasan dari STIA AAN Yogyakarta.

Meski demikian, di tengah perkembangan zaman, Sri Paduka tetap menekankan, pendidikan karakter dan budaya seyogianya senantiasa dihadirkan. Sebab, Jogja tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga beradab.

Ditemui usai silaturahmi, Ketua STIA AAN Yogyakarta, Happy Susanto menyebutkan bahwa di tahun 2025-2026 ini, pihaknya memang sedang melakukan upaya untuk ‘bangun dari tidur’ agar bisa mengejar pengembangan dan kemajuan institusi. Ia melaporkan, di tahun 2025-2026 ini STIA AAN Yogyakarta mengalami kenaikan jumlah mahasiswa terbanyak dalam 10 atau 15 tahun terakhir.

“Kami merasa sangat beruntung bisa mendapatkan beberapa pesan yang sangat berharga dari Sri Paduka. Mudah-mudahan ini menjadi bekal kami dalam rangka memajukan institusi,” kata Happy Susanto.

Happy Susanto mengutarakan, langkah pertama yang akan pihaknya lakukan, yakni merefleksi diri berdasarkan pesan Sri Paduka. Kemudian melakukan pembenahan untuk kurikulum perguruan tinggi agar lebih adaptif pada perubahan zaman.

“Terutama bagaimana administrasi publik digital ini bisa lebih bisa dipakai oleh industri maupun oleh instansi pemerintah. Kemudian kami akan membekali para mahasiswa itu dengan kompetensi menjadi administrator publik yang betul-betul handal secara digital, agar kami bisa punya nilai lebih,” paparnya.

Diterangkan pula, pihaknya pun telah melakukan berbagai kerja sama dalam rangka memajukan institusi. Seperti kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam bentuk Kampung Tematik, bermitra dengan Kelurahan Sosromenduran dan kerja sama desa binaan dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sejak tahun 2023 dengan Kelurahan Hargowilis.“Kemudian dengan Kabupaten Sleman kami melakukan kerja sama namanya Sleman Pintar, kemudian dengan Kabupaten Bantul, pengembangan SDM dengan ASN dari Bantul yang kuliah di kampus kami.

Lalu kami juga melakukan kerja sama untuk bisa mengirim, baik itu mahasiswa yang internship, magang, maupun pada gilirnya nanti adalah mahasiswa atau lulusan yang bisa bekerja di Jepang. Tahun 2026 ini adalah tahun pertama kami bisa mengirimkan 11 mahasiswa yang intership di Jepang. Mudah-mudahan nanti di tahun berikutnya, tahun depan, kami juga bisa mengirimkan lulusan kami bisa bekerja di Jepang,” imbuhnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *