Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta,REDAKSI17.COM – I.League, selaku operator kompetisi, memastikan aturan 11 pemain asing tetap dipertahankan untuk Super League 2026/2027. Sedangkan regulasi wajib memainkan pemain U-23 sebagai starter selama minimal 45 menit resmi dihapus mulai musim depan.
Keputusan tersebut membuat wajah kompetisi Liga Indonesia musim depan diperkirakan masih akan dipenuhi pemain impor. Musim depan, setiap klub masih diperbolehkan mengontrak 11 pemain asing sekaligus.
Namun hanya 9 pemain asing yang bisa masuk daftar susunan pemain dan maksimal 7 pemain asing dimainkan bersamaan di lapangan.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, memastikan tidak ada perubahan terkait regulasi pemain asing.
“Ya sudah disampaikan, saya pikir ini hal yang sudah kami share bersama PSSI bulan lalu. Regulasi untuk musim yang akan datang, tidak ada perubahan,” kata Asep Saputra kepada wartawan.
Aturan ini sebelumnya sempat menuai kritik karena dinilai mempersempit kesempatan bermain pemain lokal. Tapi I.League tetap mempertahankan kebijakan tersebut.
Regulasi U-23 Resmi Dihapus
Berbeda dengan aturan pemain asing, regulasi pemain U-23 justru dihapus. Musim ini, setiap klub wajib memainkan satu pemain U-23 sebagai starter minimal selama 45 menit.
Aturan itu dibuat untuk memberi jaminan menit bermain bagi pemain muda demi kepentingan pembinaan dan kebutuhan tim nasional kelompok umur. Musim depan, kewajiban tersebut tidak lagi berlaku.
“Hanya ada perubahan dalam regulasi U-23, yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line-up selama 45 menit. Dalam membuat regulasi ada fase mendengar, ada fase kita berdiskusi yang sesuai dengan apa namanya yang punya kompetensi, yang juga punya kepentingan di sana,” ujar Asep.
Pemain Lokal Bisa Makin Ketat Bersaing
Dengan tetap diizinkannya tujuh pemain asing bermain sekaligus, otomatis slot pemain lokal di lapangan menjadi semakin terbatas. Pada musim ini, jika klub memainkan tujuh pemain asing dan satu pemain U-23, maka hanya tersisa tiga slot pemain lokal senior.
Karena regulasi U-23 dihapus, klub diperkirakan akan lebih fleksibel menyusun komposisi pemain. Namun persaingan pemain lokal untuk mendapat menit bermain juga diprediksi semakin ketat.
Regulasi Resmi Tinggal Menunggu Pengesahan
Asep menjelaskan regulasi yang dipaparkan saat ini masih berupa rancangan sebelum benar-benar disahkan secara resmi.
“Jadi sebetulnya proses dan itu kemarin sudah kami presentasikan di depan. Tapi sekali lagi, itu adalah apa yang sudah kita bicarakan, seperti apa, detail.”
“Resminya, itu RUU bahasanya. Kalau undang-undangnya, regulasinya, sudah keluar untuk teman-teman bisa melihat,” ucapnya.





