Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Kasus di Daycare Little Aresha bikin banyak orang tua di Jogja ikut gelisah dan marah.
Di tempat yang seharusnya jadi ruang aman bagi anak-anak, justru muncul dugaan kekerasan. Dan ini bukan hal yang bisa dianggap sepele.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, akhirnya angkat suara. Dengan tegas beliau menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan di Yogyakarta, apalagi terhadap anak-anak.
“Harapan saya, itu yang pertama dan terakhir. Karena di Jogja kita tidak senang dengan kekerasan,” tegasnya.
Saat ini, kasus sudah masuk proses hukum dengan sejumlah tersangka. Sultan meminta semua pihak menghormati proses yang sedang berjalan dan tidak mendahului kesimpulan.
Namun di balik proses hukum itu, ada hal yang jauh lebih penting: kondisi anak-anak yang menjadi korban.
Pemda DIY memastikan sejak awal sudah mengambil langkah:
Memberikan perlindungan bagi anak-anak
Pendampingan trauma dan pemulihan psikologis
Penanganan kesehatan fisik korban
Karena luka pada anak bukan hanya terlihat, tapi juga bisa tersimpan dalam ingatan mereka.
Sementara itu, Sekda DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengingatkan keras bahwa daycare bukan sekadar tempat usaha.
“Ini bukan soal bisnis semata. Ini soal kepercayaan orang tua yang menitipkan anak-anak mereka,” ujarnya.
Ke depan, Pemda DIY akan:
Mengevaluasi izin operasional daycare
Meninjau kualitas dan kelayakan tenaga pengasuh
Memperketat pengawasan di tingkat kota/kabupaten
Harapannya jelas,kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi.
Karena setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, penuh kasih, dan bebas dari kekerasan.





