Home / Daerah / Koridor Hijau Tol, Selaraskan Pembangunan Infrastruktur dan Keberlanjutan Lingkungan

Koridor Hijau Tol, Selaraskan Pembangunan Infrastruktur dan Keberlanjutan Lingkungan

Sleman,REDAKSI17.COM– Pengembangan Koridor Hijau (Green Corridors) pada Jalan Tol Jogja–Solo menjadi langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi turut mengintegrasikan fungsi ekologis demi keberlanjutan lingkungan. Upaya ini memegang peranan penting, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan modern harus berjalan selaras dengan pelestarian alam.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indriyani, menyatakan hal tersebut saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam Aksi Penanaman Pohon di area Green Corridors Jalan Tol Ruas Prambanan–Purwomartani bersama Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono beserta seluruh jajaran di Simpang Susun Purwomartani, Kabupaten Sleman, Sabtu (25/04). Menurutnya, kegiatan ini menjadi cerminan sinergi dan keselarasan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemda DIY dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang memadai dengan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan hijau.

“Pengembangan Green Corridors pada Jalan Tol Ruas Prambanan-Purwomartani merupakan langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga mengintegrasikan fungsi ekologis yang sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pembangunan modern dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam,” ujar Ni Made.

Ni Made menjelaskan, semangat yang diusung dalam aksi penanaman pohon tersebut sejalan dengan filosofi luhur yang dipegang teguh DIY hingga saat ini, yaitu Hamemayu Hayuning Bawana dan Memasuh Malaning Bumi. Filosofi tersebut menekankan pentingnya merawat bumi dari kerusakan, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan harus dapat menjamin kelestarian alam serta kesejahteraan generasi mendatang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tutup Ni Made.

Ditemui usai kegiatan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan, konsep pembangunan jalan tol dengan menghadirkan koridor hijau merupakan bagian dari gerakan nasional pengembangan ruang terbuka hijau dan biru (RTHB). Inisiatif ini mendukung terwujudnya Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Kehadiran koridor hijau yang ditanami beragam vegetasi di sepanjang jalan tol diharapkan mampu membantu mengurangi polusi udara sekaligus menekan berbagai ancaman ekologis yang dihadapi. “Harapannya jika di sepanjang jalan tol di berbagai daerah di Indonesia, ditumbuhi oleh pohon-pohon yang juga memiliki kapasitas penyerapan CO2 yang baik. Maka ini akan sangat membantu daerah untuk bisa mengurangi polusi, mengurangi tantangan atau ancaman ekologis yang hari ini kita hadapi,” pungkas AHY saat memberikan keterangan kepada rekan media.

Terobosan ini penting dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam, terutama mengingat kondisi global yang semakin membutuhkan perhatian lebih. Pembangunan infrastruktur fisik memang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negara. Namun, upaya menjaga lingkungan serta mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem tetap harus menjadi prioritas utama.

“Jadi mudah-mudahan inisiatif ini bisa kita kawal terus dengan kebijakan-kebijakan sektoral, tapi juga lintas pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi yang baik semacam ini saya rasa kita butuhkan, termasuk dengan misalnya jasa marga dan lain sebagainya,” imbuh AHY.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Gajah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. mengungkapkan pihaknya, melalui Fakultas Kehutanan UGM, akan terus mendukung dan melanjutkan kerjasama yang telah terjalin. Pemilihan tanaman dengan mengutamakan jenis endemik yang tepat dan mampu berfungsi optimal dalam mengurangi polusi, ditambah ketersediaan lahan yang memadai, dinilai menjadi potensi utama yang patut dikembangkan dalam mendukung terciptanya ruang terbuka hijau dan biru di DIY.

“Saya kira kami siap untuk berkolaborasi untuk pengembangan hal tersebut,” tegas Ova Emilia.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *