
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Warga Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, kembali menggelar upacara adat tahunan “Rasul” atau Bersih Dusun sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang sakral. Berlangsung di Balai Kalurahan Wiladeg, Jumat, (17/7/2026) acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Provinsi DIY dan Kabupaten Gunungkidul.

Dalam sambutannya, Panewu Karangmojo, Emmanuel Krisno Juwoto menyampaikan bahwa tradisi Rasul ini merupakan momen penting bagi warga untuk bersilaturahmi dan bersatu (manunggal) dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan, kesehatan, dan ketenteraman yang telah diberikan kepada seluruh masyarakat Wiladeg. Selain sebagai ajang silaturahmi, upacara ini juga diharapkan dapat memotivasi warga untuk terus menjaga semangat gotong royong dan pengabdian di desa mereka.
Bupati Gunungkidul memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ritual ini. Menurutnya, Rasul adalah wujud ritual sakral sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah. Lebih jauh lagi, tradisi ini dipandang sebagai simbol keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Kegiatan ini adalah sarana luhur untuk menjaga keseimbangan. Saya sangat mengapresiasi panitia dan para seniman yang telah menyemarakkan acara dengan berbagai pagelaran budaya, mulai dari kirab budaya hingga pementasan wayang,” ujar Bupati Endah dalam pidatonya.
Bupati juga menekankan pentingnya memegang teguh prinsip Bung Karno, yaitu “berkepribadian dalam kebudayaan”. Bupati berharap kearifan lokal yang ada di Wiladeg dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan daerah, di mana kemajuan tetap berjalan beriringan dengan akar budaya yang lestari.
Acara diakhiri dengan doa bersama agar warga Kalurahan Wiladeg senantiasa diberikan perlindungan, rezeki yang barokah, kerukunan, serta keselamatan baik di dunia maupun akhirat. Kemeriahan dan kekhidmatan acara ini menunjukkan bahwa semangat nguri-uri kabudayan masih sangat kuat di sanubari masyarakat Gunungkidul.


