Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta,REDAKSI17.COM – Nilai tukar mata uang yen Jepang tiba-tiba melonjak cukup signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini diduga terjadi setelah otoritas resmi Jepang melakukan intervensi pembelian besar di pasar valuta asing.
Dikutip dari Reuters, Jumat (1/5/2026), dolar AS tercatat melemah hingga 0,66% ke level terendah pada sesi perdagangan hari ini, menjadi 155,60 yen/dolar AS dari sebelumnya 157,12 yen/dolar AS.
Sebelumnya lagi, intervensi otoritas Jepang juga sempat membuat dolar AS anjlok hingga 3% terhadap yen ke level 155,5 pada Kamis (30/4) kemarin. Ini merupakan penurunan harian paling drastis sejak akhir tahun lalu.
Belum jelas intervensi seperti apa yang dilakukan Jepang maupun faktor yang membuat pergerakan mata uang Negeri Sakura itu menjadi sangat kuat hari ini. Sebab sampai saat ini Kementerian Keuangan Jepang belum memberikan komentar.
Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional Jepang, Atsushi Mimura sempat mengatakan bahwa spekulasi mata uang masih merajalela, membuat nilai yen sempat turun hingga 5% hanya dalam tiga bulan terakhir.
Ia juga memberikan peringatan tegas bahwa para pejabat siap untuk kembali turun tangan di pasar setelah beberapa jam sebelumnya melakukan intervensi untuk mendukung yen.
“Likuiditas tipis dan orang-orang merasa cemas setelah kejadian kemarin sehingga ada kerentanan terhadap volatilitas pada dolar/yen,” kata Jeremy Stretch, kepala strategi di CIBC Capital Markets.
“Setiap kali kita melihat pergerakan signifikan pada yen, akan muncul pertanyaan tentang apa yang mendorong hal ini mengingat peringatan yang telah kita terima,” sambungnya.





