
Jetis,REDAKSI17.COM – Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta Tahun 2026 memasuki tahap penting melalui Tes Kesamaptaan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar pada Selasa (21/4) di SMKN 2 Yogyakarta.
Ketua Tim Kerja Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ekonomi Sosial Budaya Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Suryo Nugroho Aji, menjelaskan tahapan seleksi Paskibraka telah dimulai sejak proses administrasi hingga berbagai tes yang menggunakan sistem gugur.
“Seleksi dimulai dari administrasi, wawasan kebangsaan, intelegensi umum, kesehatan hingga parade. Semua itu menggunakan sistem gugur. Baru di tiga tahap akhir ini ada 60 putra dan 55 putri yang akan diambil 23 pasang, menggunakan sistem bobot, yakni kesamaptaan 30 persen, PBB 30 persen, dan kepribadian 40 persen,” jelasnya.
Menurut Suryo, kondisi fisik menjadi aspek krusial karena peserta yang lolos nantinya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) selama hampir satu bulan.
“Kesamaptaan sangat penting untuk mengetahui kesiapan jasmani calon Paskibraka. Kami ingin memastikan mereka yang terpilih memiliki fisik prima agar mampu mengikuti diklat dan menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Yogyakarta, Bima Putra Febiyantara, menambahkan para peserta telah memulai kegiatan sejak pagi hari dengan serangkaian tahapan tes fisik.
“Peserta datang sejak pukul 05.00 untuk registrasi, dilanjutkan pengecekan tensi, kemudian menjalani lari 12 menit sebagai bagian dari kesamaptaan A. Setelah itu ada kesamaptaan B seperti push up, sit up, back up, dan ditutup dengan shuttle run,” jelasnya.
Bima menyoroti perkembangan sistem seleksi yang kini semakin transparan berkat penggunaan sistem berbasis online, sehingga peserta dapat memantau hasil secara langsung.
Salah satu peserta, Haifa Binti Mahir Hamdun dari SMAN 3 Yogyakarta, mengaku termotivasi mengikuti seleksi sebagai bentuk kontribusi kepada negara.
“Saya ingin berkontribusi bagi masyarakat dan negara. Pengalamannya seru dan menantang, apalagi saya sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Rafqindra Ardya Arkananta dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
“Saya ingin membanggakan orang tua, sekaligus menambah pengalaman untuk meraih cita-cita masuk Akademi Militer,” ceritanya.


