MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menggiatkan sosialisasi sistem keselamatan kebakaran pintar (smart fire safety system) kepada pengelola bangunan gedung pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan itu untuk membangun ekosistem ketahanan dan proteksi kebakaran yang andal guna keselamatan masyarakat. Terutama untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran awal pada bangunan gedung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta Taokhid menyebut sosialisasi itu mengundang 40 pengelola bangunan gedung seperti hotel, kantor, mal, tempat usaha dan bangunan publik lainnya. Baik  bangunan gedung baru maupun yang sudah lama. Dalam kegiatan itu mereka mendapatkan informasi dan edukasi terkait smart fire safety system yang sesuai aturan. Mulai dari sarana  prasarana sampai sumber daya manusia (SDM) yang mendukung sistem proteksi kebakaran bangunan gedung.

Jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta saat kegiatan sosialisasi smart fire safety system.

“Ini tujuannya dalam rangka membangun ekosistem ketahanan kebakaran yang andal. Karena mereka punya tanggung jawab terhadap bangunan yang dikelolanya. Kalau sistem ketahanan, sistem proteksi kebakaran pada bangunan dikelola bagus,  akan mendukung pembangunan dan penguatan ekosistem ketahanan secara menyeluruh di Kota Yogya,” kata Taokhid ditemui di sela sosialisasi smart fire safety system di Hotel Arkadewi Boutique.
Dia menjelaskan dalam smart fire safety system ada beberapa komponen yaitu sistem alarm peringatan, sistem proteksi seperti hidran dan SDM serta manajemen keselamatan kebakaran gedung (MKKG). Fasilitas sarana prasarana itu dalam kondisi baik dan dari sisi SDM itu andal, sehingga bisa menciptakan ketahanan dan proteksi kebakaran yang optimal. Terutama mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan korban. Keberadaan smart fire safety system diharapkan bisa memadamkan awal kebakaran, jika tidak tertangani, maka Dinas Kebakaran dan Penyelamatan datang memadamkan.

Salah satu narasumber sosialisasi smart fire safety system.

“Jadi untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran di sebuah gedung menjadi tanggung jawab dari pengelola terlebih dahulu. Kalau kemudian tidak memungkinkan atau tidak mampu baru kemudian berkoordinasi dengan Damkar,” paparnya.
Taokhid menyatakan setelah sosialisasi itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta akan melakukan inspeksi pemantauan terkait sistem proteksi kebakaran pada sejumlah bangunan gedung. Kemudian diakukan evaluasi, dan kalau ada catatan akan diberikan rekomendasi untuk perbaikan. Dia mengaku selama ini tidak ada kejadian kebakaran pada bangunan gedung besar di Kota Yogyakarta. Namun kewaspadaan dan antisipasi kebakaran pada bangunan-bangunan gedung harus tetap dilakukan dengan membangun sistem proteksi.

Dalam kegiatan itu ada sharing best practice dari pelaku usaha hotel yang  pernah menerima Sistem Proteksi Kebakaran (Siprotek) Award yakni Hotel Pop Malioboro. Manager Pop Hotel Malioboro, Diana Puspita Sari  menekankan pentingnya perbaikan segera pada perangkat sistem proteksi kebakaran yang rusak untuk prioritas mencegah kebakaran dan keselamatan. Termasuk menerapkan sistem integrasi jika terjadi kebakaran. Di samping itu penanda-penanda jalur evakuasi dan titik kumpul harus menggunakan stiker menyala.
“Kami menggunakan sistem otomatis. Saat terjadi general alarm (kebakaran)  pintu otomatis akan terbuka, pressure fan akan running sehingga mengeluarkan udara segar di area tangga darurat. Lift melakukan homing ke lantai dasar lobby area titik kumpul. Setelah alarm, akan ada pemutusan listrik secara terpusat untuk menghindari korsleting,” jelas Diana.

Salah satu peserta sosialisasi Krisna Sandayu dari Mal Lippo Plaza Jogja menyambut baik kegiatan itu sebagai ajang mengingatkan kembali para pengelola bangunan gedung untuk tetap waspada kebakaran dengan sistem proteksi kebakaran. Dia menyampaikan Lippo Plaza Jogja dengan bangunan gedung 10 lantai sudah memiliki sarana sistem proteksi kebakaran antara lain Main Control Fire Alarm, hydrant sprinkler, fire detector dan fire tubing untuk menangani kebakaran pada area satu panel dengan alat pemadam Api ringan  khusus secara otomatis.
“Ini menarik sekali. Jadi dari Damkar membuat standarisasi bahwa semua sistem keamanan dari gedung-gedung perkantoran, apalagi yang berhubungan dengan keselamatan customer. Jika terjadi kebakakaran  meminimalkan korban. Dengan sosialisasi ini membuat (pengelola) gedung juga lebih percaya diri untuk menghadapi jika terjadi kebakaran. Jadi menurut saya ini bagus acaranya,” pungkas Krisna.