UMLBULHARJO,REDAKSI17.COM— Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Palu yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Selasa (21/4), di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta.
Dalam kunjungan ini, Pemerintah Kota Palu ingin mempelajari dan bertukar pengalaman terkait retribusi kebersihan dan pelayanan persampahan yang dinilai menjadi salah satu inovasi unggulan di Kota Yogyakarta dalam menghadapi keterbatasan fiskal.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta menghadapi tekanan ruang fiskal yang cukup besar, sehingga dituntut untuk kreatif dalam menghadirkan solusi.
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pemberdayaan sekitar 1.200 penggerobak sampah yang bertugas menjemput sampah langsung dari rumah ke rumah. Sistem ini berbasis iuran warga (B2B), di mana masyarakat membayar langsung kepada petugas.
“Setiap penggerobak bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan dari warga. Ini menjadi solusi padat karya sekaligus mengurangi beban APBD,” jelas Hasto saat memberikan sambutan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Palu yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Selasa (21/4), di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta.

Selain itu, Pemkot juga menggerakkan program gotong royong ASN setiap hari Jumat di lebih dari 50 titik tetap. Setiap titik dikerjakan oleh sekitar 30 ASN selama 1–1,5 jam secara rutin, dengan harapan dalam tiga bulan kondisi kebersihan kota dan sungai semakin membaik.
Hasto juga menjelaskan, untuk sistem pengelolaan retribusi kebersihan di Kota Yogyakarta juga mengalami perubahan signifikan. Petugas juru pungut tidak lagi menerima setoran langsung, melainkan berfungsi sebagai verifikator data dan distributor surat tagihan.
Sementara itu, pengelola retribusi wilayah wajib menyetor 100 persen hasil pungutan ke Dinas Lingkungan Hidup dan pengelola wilayah memperoleh bagi hasil 25 persen dari total penerimaan.
Namun, untuk dana retribusi juga dialokasikan 2 persen di tingkat Kemantren, 3 persen di tingkat Kelurahan yang disalurkan setiap triwulan.

 

Suasana kunjungan kerja Pemerintah Kota Palu.

Dalam kesempatan ini, Hasto juga menyampaikan ucapan selamat datang dalam pertandingan persahabatan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Palu yang akan berlangsung sore ini pukul 15.00 WIB di Stadion Mandala Krida.
“Pelaksanaan pertandingan belum sepenuhnya berjalan lancar karena keterbatasan fasilitas stadion. Kapasitas lapangan dinilai belum memadai dibandingkan dengan stadion di Jakarta, baik dari segi daya tampung maupun pencahayaan. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan akan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyampaikan ketertarikan Kota Palu terhadap berbagai inovasi di Kota Yogyakarta, termasuk capaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang masuk tiga besar Nasional.
“Kami berharap bisa mendapatkan insight strategis dari Kota Yogyakarta, baik dalam pengelolaan fiskal, peningkatan PAD, hingga penyusunan LPPD,” ujarnya.

Ia juga berencana mengadopsi konsep pengembangan produk air minum daerah seperti yang telah dilakukan Kota Yogyakarta untuk menunjang peningkatan PAD Kota Palu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembukuan Penagihan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, BPKAD Kota Yogyakarta, Putut Purwandono, menambahkan, keberhasilan LPPD ditopang oleh konsistensi perencanaan hingga pelaksanaan, ketepatan waktu pelaporan, dan pengukuran kinerja hingga level individu.

“Salah satu kunci keberhasilan adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui, Intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, Digitalisasi pembayaran melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS), serta Peningkatan kepatuhan wajib pajak,” katanya.
Sehingga, hasil rasio kemandirian fiskal meningkat dari 41 persen pada tahun 2024 menjadi 49 persen di tahun 2025, dan ditargetkan mencapai 54 persen pada tahun 2026.