Ribuan Santri Ikuti Apel Bersama, Tumbuhkan Semangat Kebangsaan

UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Sebanyak 1.000 santri mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus beradaptasi dengan perkembangan dan menjadi agen perubahan di era digital.
Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan berpesan agar para santri terus melestarikan budaya dan tradisi keilmuan pesantren, tanpa mengesampingkan penguasaan teknologi serta wawasan masa depan.

Ribuan santri memenuhi Lapangan Balaikota Yogyakarta.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas�. Tema ini menggambarkan harapan agar santri tidak hanya berperan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Santri perlu memperluas wawasan di berbagai bidang, mulai dari teknologi digital, ekonomi, hingga lingkungan. Bekal tersebut diharapkan mampu mendorong santri menjadi agent of change atau agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan negara,� ungkapnya.
Menurutnya, semangat santri harus terus tumbuh seiring perubahan zaman. Dengan memadukan nilai-nilai pesantren dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, santri diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan masa depan Indonesia.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat menjadi instruktur apel Peringatan Hari Santri 2026.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan santri. Ia berharap, para santri menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
“Santri sekarang tidak sekadar belajar agama, tetapi juga mempelajari berbagai bidang, termasuk kehidupan bernegara dan teknologi. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu memahami kehidupan berbangsa dan bernegara serta ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045,� ujarnya.
Ahmad Shidqi menambahkan, perkembangan zaman perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan santri. Dengan demikian, santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

Para santri diharapkan dapat tradisi keislaman sekaligus beradaptasi dengan perkembangan dan menjadi agen perubahan di era digital.

Semangat Hari Santri juga disampaikan Nafeza, salah satu santri MAN 1 Yogyakarta. Ia berharap, para santri dapat terus meningkatkan keimanan dan memperkuat kebiasaan beribadah, salah satunya melalui salat berjamaah.
Menurutnya, pembiasaan shalat berjamaah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan santri. Ia juga berharap, seluruh santri di Indonesia terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa. “Semoga santri-santri Indonesia bisa berkembang lebih baik lagi ke depannya dan semakin jaya,� jelasnya.