Gebyar PAUD dan Expo Karya Pemuda Asah Potensi dan Perluas Jejaring

Danurejan,REDAKSI17.COM — Keberanian berekspresi sejak usia dini dan ruang untuk mengembangkan karya menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Kota Yogyakarta yang kreatif, berkarakter, dan mandiri. Melalui Gebyar PAUD dan Expo Karya Pemuda Otentik Konkret 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta membuka ruang bagi anak-anak untuk mengasah potensi sekaligus mendorong pemuda memperluas jejaring dan mengembangkan usaha.

Kegiatan yang menyemarakkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut dibuka Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, di halaman Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Jumat (23/10). Rangkaian kegiatan Expo Karya Pemuda Otentik Konkret 2026 berlangsung hingga 28 Oktober 2026.

Wawan menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter, keberanian, dan kepemimpinan. Menurutnya, anak perlu memperoleh kesempatan untuk tampil, berekspresi, dan mengembangkan kreativitas melalui pembelajaran yang inovatif.

“Pendidikan PAUD ini mendidik masa depan. Keberanian seorang anak untuk tampil, berani bergaya, dan punya rasa leadership sudah bisa terlihat sejak pendidikan di PAUD,” ungkapnya.

Paduan suara anak-anakIa meminta penguatan kualitas PAUD menjadi prioritas, termasuk melalui peningkatan kapasitas pendidik dan inovasi pembelajaran. Upaya tersebut diharapkan membentuk anak yang percaya diri, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Wawan juga mengingatkan agar Expo Karya Pemuda tidak berhenti pada kemeriahan acara. Pameran dan aktivitas kepemudaan perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama bagi pemuda yang sedang mengembangkan karya dan usaha.

“Program kerja yang harus kita lakukan adalah program yang memberikan dampak kepada masyarakat. Harapan kami, setelah kegiatan ini, apa langkah berikutnya dan bagaimana kelanjutannya harus cepat disikapi,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Yogya, Wawan Harmawan

Plt Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta, Agus Trimadi, menjelaskan Gebyar PAUD mengusung tema Anak Jogja Ceria, Kreatif, Berkarakter, dan Berbudaya. Kegiatan ini diikuti 600 anak beserta pendamping sebagai ruang untuk menampilkan ekspresi, kreativitas, dan potensi anak sejak usia dini.

Sementara itu, Expo Karya Pemuda menghadirkan pentas seni, talkshow, musik, film, kegiatan kepemudaan, serta pameran produk kewirausahaan yang melibatkan lebih dari 30 tenant. Produk-produk tersebut antara lain berasal dari generasi muda yang tergabung dalam alumnus pelatihan kewirausahaan YES BOSS (Yogyakarta Entrepreneur School of Business Ownerships).

“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas, sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menampilkan karya, prestasi, dan kewirausahaannya,” jelas Agus.

Foto bersama

Manfaat ruang promosi tersebut dirasakan Filosovia Efa Ramadani, salah satu peserta expo yang menjajakan minuman melalui merek Personality Coffee. Ia merupakan alumni angkatan pertama program YES Boss, pelatihan pengembangan kewirausahaan muda yang diselenggarakan Dindikpora Kota Yogyakarta.

Menurut Filosovia, pelatihan tersebut memberinya kesempatan untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun relasi dengan pelaku usaha dari berbagai bidang.

“Dengan adanya pelatihan YES Boss ini bermanfaat banget untuk wirausahawan muda seperti saya, menambah ilmu, menambah wawasan, dan menambah kenalan relasi-relasi. Enggak hanya di bidang food and beverage, tetapi juga jasa, craft, dan segala macam,” tuturnya.

Salah satu stand expo karya pemuda 2026

Ia menjelaskan, peserta expo berasal dari berbagai kelompok, termasuk alumni YES Boss dan Pemuda Pelopor. Produk dan layanan yang ditampilkan mencakup tiga kategori, yakni makanan dan minuman (food and beverage), jasa, serta fesyen dan kerajinan (fashion and craft).

Kegiatan ini juga menghadirkan pameran fotografi internasional melalui kerja sama sister city Kota Yogyakarta dengan Hradec Králové, Republik Ceko. Beragam kegiatan tersebut mempertemukan seni, kreativitas, literasi, dan kewirausahaan dalam satu ruang kolaborasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Yogyakarta, Siti Hafsah, juga menyampaikan pentingnya pendidikan anak usia dini, termasuk program wajib belajar satu tahun prasekolah. Pendidikan pada masa keemasan anak dinilai penting untuk mempersiapkan kesiapan belajar, mengembangkan kecerdasan, melatih kemandirian, serta membangun karakter dan kemampuan sosial.

“Pendidikan bukan hanya dimulai ketika anak masuk sekolah, tetapi perlu dibangun sejak anak berusia dini melalui pengasuhan, kasih sayang, dan pendidikan yang tepat,” tuturnya.

Ia mengajak orang tua dan masyarakat mendukung akses pendidikan prasekolah yang berkualitas bagi setiap anak tanpa membedakan latar belakang.