Kolaborasi Lintas Sektor Bersihkan Sungai Gajah Wong

UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama masyarakat, para pelajar beberapa SMA/SMK di Yogyakarta, korporasi dan perguruan tinggi melakukan aksi bersih Sungai Gajah Wong, pada Jumat (23/10/2026). Aksi bersih sungai itu difokuskan di bendungan Sungai Gajah Wong wilayah Muja Muju. Kegiatan itu sekaligus mengajak masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan mengelola sampah. Pemkot Yogyakarta mengapresiasi dan mendukung kegiatan itu dengan penyediaan kantong sampah, pengangkutan dan pengolahan sampah.

Wali Kota Yogyakarta mengapresiasi aksi bersih Sungai Gajah Wong dan mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan itu antara lain  PT Sarihusada Generasi Mahardika (SGM), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), LSM yang bergerak di pengelolaan sampah Shind Jogja dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo. Termasuk para pelajar SMAN 8, SMAN 5,SMKN 5 dan SMKN 6 Yogyakarta serta masyarakat yang terlibat dalam aksi bersih Sungai Gajah Wong. Dalam kegiatan itu dilakukan penyerahan simbolis bibit tanaman, vermicompost, bagor sampah dan pembukaan simbolis papan himbauan tidak membuang sampah ke sungai dan bersih sungai.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Facility Services and Stakeholder Relations Manager PT. Sarihusada Generasi Mahardhika, Syarif Karnadi membuka selubung, papan imbauan bersih sungai dan stop buang sampah ke sungai.

“Kemarin saya ke sini, kebetulan saya cek kotor itu dan ada beberapa kerusakan dam. Maka hari ini kita lakukan kerja bakti. Kemudian dari pelaksanaan One Village One Sister University, satu kampung yang ada sungainya bisa dibina satu perguruan tinggi dan satu perusahaan. Mudah-mudahan menjadi terus bersihlah harapan saya,” kata Hasto ditemui saat aksi bersih Sungai Gajah Wong di bantaran wilayah Muja Muju.

Hasto menyatakan Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta juga telah memasang jaring sampah atau trash barrier di sungai. Lalu menerjukan personel ulu-ulu atau satgas sungai dari DLH untuk mengambil sampah di sungai terutama di trash barrier dan mengangkutnya untuk dikelola. Pemkot Yogyakarta selama ini telah menggerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) agar warga mengelola sampah sehingga tidak membuang ke sungai. Menurutnya Mas JOS adalah upaya rekonstruksi sosial untuk menyadarkan masyarakat untuk mengelola sampah.

Penyerahan vermicompost dari UAJY kepada perwakilan masyarakat.

Selain itu DLH Kota Yogyakarta juga telah memasang jaring sampah atau trash bariier di sungai-sungai untuk memudahkan pembersihan sampah. Hasto menyebut akan memasang trash barrier di sungai yang dibagi tiap batas wilayah kelurahan. Nanti akan menjadi bahan evaluasi kelurahan yang masih kotor kondisi sungainya. Bahkan jika ada warga yang nekat dan kedapatan membuang sampah di sungai akan diberikan sanksi sesuai Perda Kota Yogyakarta Nomor 10 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah.

“Di situ kan ada ruas-ruas RT RW-nya, sampahnya bisa dilihat ini dari daerah mana yang banyak membuang sampah. Karena masih ada yang membuang sampah dalam bentuk kantong plastik yang disengaja betul. Adanya kapal itu sebetulnya untuk monitor mana sih yang masih membuang sampah ke sungai itu. Satpol PP nanti kita libatkan, kalau yang membuang kita kasih punishment. Kemarin dulu yang membuang di pinggir jalan juga kita tunggui ada posko, begitu ketangkap juga kita tipiringkan. Ini ya gitu sama. Nanti kita tipiring kalau kalau sudah kita dapat,” terangnya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan warga.

Aksi bersih sungai itu juga untuk memperingati World Cleanup Day. Aksi bersih sungai mengambil tema Sungai Bersih Warga Peduli, dari aksi bersih sungai menuju perubahan perilaku pengelolaan sampah dari rumah. Sementara itu Facility Services and Stakeholder Relations Manager PT. Sarihusada Generasi Mahardhika, Syarif Karnadi menyampaikan PT Sarihusada juga punya program Samtaku, Sampahku Tanggung Jawabku. Dia menilai semakin banyak program  pengelolaan sampah baik itu kolaborasi dari akademisi maupun perusahaan akan semakin membentuk kesadaran terkait dengan lingkungan. Pihaknya siap untuk bersinergi dan mendukung untuk membentuk karakter Kota Yogyakarta yang berhati nyaman sehingga lingkungan harus bersih.

“Kami dan DLH Kota Yogyakarta setiap tahun ada bersih-bersih sungai. Harapannya ini menjadi agenda rutin yang bisa memberikan keberlangsungan lingkungan lebih baik lagi. Mudah-mudahan kerja sama multipihak ini memberikan dampak positif bagi kita semua dan lingkungan. Sebagaimana kita menggunakan lingkungan, kita juga harus merawat lingkungan,” tambah Syarif.

Para pelajar SMAN di Yogyakarta turun membersihkan Sungai Gajah Wong.

Salah satu peserta Aksi Bersih Sungai Gajah Wong, Gabriella Lalita Deva menyambut positif kegiatan itu. Bagi siswi SMAN8 Yogyakarta itu bersih Sungai Gajah Wong menjadi pengalaman baru baginya karena selama ini belum pernah turun ke sungai. Menurutnya kegiatan itu tidak sekadar membersih sungai tapi juga  mendorong kesadaran masyarakat semakin peduli dengan lingkungan. Dia juga mengajak teman-temannya untuk bersama menjaga lingkungan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kegiatan ini sangat berguna buat kita, karena supaya semakin peduli dengan lingkungan, sekaligus jadi semakin bersih lingkungannya. Ayo kita bersama-sama jaga lingkungan kita, khususnya di sungai,” ucap Deva ditemui di sela membersihkan Sungai Gajah Wong.